Komdigi Ungkap Peluang Danantara Dukung Pendanaan Data Center AI Lewat Dana Abadi

Komdigi Ungkap Peluang Danantara Dukung Pendanaan Data Center AI Lewat Dana Abadi

Komdigi dan Danantara berkolaborasi mendukung pendanaan pusat data AI di Indonesia dengan energi hijau, melalui dana abadi dan investasi strategis.

(Bisnis.Com) 18/06/26 12:02 253136

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dapat berperan dalam membangun ekosistem AI Indonesia dengan memberikan dukungan skema insentif serta pendanaan guna memperluas pemanfaatan energi hijau pada operasional pusat data kecerdasan buatan nasional.

Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru (AIKITA) Komdigi Aju Widyasari menjelaskan pembangunan infrastruktur yang mumpuni merupakan fondasi utama dalam upaya Indonesia mewujudkan kedaulatan teknologi digital atau sovereign AI.

Langkah awal yang krusial dipersiapkan adalah penyediaan pasokan energi bersih yang berkelanjutan bagi fasilitas komputasi berkinerja tinggi.

“Untuk masuk menjadi sovereign AI, tahap pertamanya yang bisa kita siapkan untuk mendukung infrastruktur berbasis GPU ini hadir dengan pendukung yang cukup," ujar Aju, Rabu (18/6/2026)

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan energi menjadi salah satu tantangan paling utama dalam pengembangan ekosistem digital mutakhir saat ini.

Fasilitas pusat data modern yang mengintegrasikan unit pemrosesan grafis (graphics processing unit/GPU) untuk memproses kecerdasan buatan memerlukan pasokan daya listrik dalam skala yang sangat besar serta wajib berjalan tanpa henti.

Guna mengatasi tantangan tersebut, Komdigi menilai Danantara memiliki kapasitas strategis untuk menyalurkan pembiayaan hijau melalui skema kemitraan investasi yang akomodatif.

Badan pengelola investasi ini dapat menjembatani masuknya modal, baik dari investor domestik maupun mitra internasional, khusus untuk menyokong sektor energi terbarukan pada klaster teknologi.

"Di sini ada peran dari Danantara untuk bisa memberikan bentuk funding atau bentuk kerja sama investasi yang memberdayakan semua kapasitas investasi dalam negeri maupun luar untuk mendukung penyediaan energi hijau," kata Aju.

Pemerintah sendiri telah memiliki modal penting berupa peta jalan (roadmap) pengembangan energi hijau yang terstruktur. Sinergi antara kebijakan energi bersih dan ekspansi industri digital ini diperkirakan mampu menciptakan efek bola salju yang menguntungkan bagi para pelaku usaha di sektor teknologi makro.

"Kebutuhan untuk AI ini mungkin bisa mendukung kebutuhan energi hijau dan nanti arahnya bisa menjadi insentif tersendiri bagi penyedia infrastruktur berbasis AI," tambahnya.

Sebagai informasi, pemerintah tengah mematangkan konsep pembentukan dana abadi kecerdasan buatan (Sovereign AI Fund) demi menyokong seluruh ekosistem digital nasional sekaligus memosisikan Indonesia sebagai pusat inovasi regional di kawasan Asia Tenggara.

Sesuai rencana strategis, pengelolaan dana abadi ini akan diserahkan kepada Danantara dengan melibatkan pola pembiayaan campuran (blended finance) antara anggaran negara dan korporasi swasta.

Inisiasi penghimpunan Sovereign AI Fund ditargetkan mulai berjalan pada periode 2027 hingga 2029, dengan fokus alokasi pada pembiayaan superkomputer, pusat data ramah lingkungan, penyediaan layanan komputasi awan, hingga program akselerasi talenta digital lokal.

#komdigi #danantara #pendanaan-data-center #ai-indonesia #energi-hijau #sovereign-ai #infrastruktur-ai #gpu-indonesia #investasi-energi-terbarukan #pusat-data-modern #pembiayaan-hijau #sovereign-ai-fun

https://teknologi.bisnis.com/read/20260618/101/1981581/komdigi-ungkap-peluang-danantara-dukung-pendanaan-data-center-ai-lewat-dana-abadi