Maruarar Sirait Ungkap Butuh Tambahan Anggaran Rp96,09 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah

Maruarar Sirait Ungkap Butuh Tambahan Anggaran Rp96,09 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah

Kementerian PKP butuh tambahan Rp96,09 triliun untuk Program 3 Juta Rumah 2027, guna mendukung pembangunan perumahan dan infrastruktur pascabencana.

(Bisnis.Com) 17/06/26 17:37 252374

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) masih membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp96,09 triliun untuk mendukung pelaksanaan Program 3 Juta Rumah pada 2027.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan kebutuhan tersebut muncul karena pagu indikatif Kementerian PKP untuk 2027 baru ditetapkan sebesar Rp9,91 triliun.

"Dengan pagu indikatif sebesar Rp9,913 triliun diperlukan tambahan sebesar Rp96,09 triliun untuk mencapai target tersebut," ujar Maruarar dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Rabu (17/6/2026).

Maruarar menjelaskan pagu indikatif yang tersedia saat ini belum mencakup kebutuhan anggaran untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sebanyak 2 juta unit.

Selain itu, kebutuhan anggaran untuk pembangunan hunian tetap (huntap) relokasi terpusat pascabencana di Sumatra, serta belanja operasional dan nonoperasional kementerian juga belum masuk dalam pagu tersebut.

Padahal, dalam peta jalan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) 2027, Kementerian PKP mengemban enam klaster strategis yang mencakup sektor perumahan, infrastruktur, hingga ketahanan bencana.

Karena itu, Kementerian PKP mengusulkan total kebutuhan anggaran 2027 sebesar Rp106 triliun.

Maruarar mengatakan sebagian besar usulan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk program fisik guna mendukung percepatan penanganan backlog perumahan.

"Dari usulan anggaran Rp106 triliun, proporsi terbesar adalah program fisik sebesar Rp102,91 triliun atau 97,09%, sedangkan nonfisik hanya sebesar Rp3,09 triliun atau 2,91%," jelasnya.

Secara rinci, alokasi terbesar akan digunakan untuk program BSPS senilai Rp57,29 triliun yang ditujukan bagi 2 juta unit rumah.

Selanjutnya, anggaran sebesar Rp36,94 triliun diusulkan untuk pembangunan 50.000 unit rumah susun atau setara 421 menara (tower) rusun.

Sementara itu, anggaran untuk pembangunan rumah khusus diusulkan sebesar Rp8 triliun. Kementerian PKP juga mengalokasikan Rp519 miliar untuk penanganan kawasan kumuh dan sanitasi di 25 lokasi serta Rp155,82 miliar untuk bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU).

“Penanganan kawasan kumuh dan sanitasi sebesar Rp519 miliar untuk 375 hektare ada di 25 lokasi. Dan bantuan PSU sebesar Rp155,82 miliar untuk 10.550 unit,” pungkasnya.

#maruarar-sirait #tambahan-anggaran #program-3-juta-rumah #kementerian-pkp #anggaran-2027 #pagu-indikatif #bantuan-stimulan-perumahan-swadaya #bedah-rumah #hunian-tetap-relokasi #program-kerja-priorita

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260617/47/1981360/maruarar-sirait-ungkap-butuh-tambahan-anggaran-rp9609-triliun-untuk-program-3-juta-rumah