IHSG Ditutup Menguat Dekati Level 6.000, Saham BBCA, BREN & BMRI Kompak Melaju
IHSG kembali ditutup menguat dekati level 6.000 pada perdagangan Rabu (10/6/2026), ditopang laju saham BBCA, BREN hingga BMRI.
(Bisnis.Com) 10/06/26 16:21 246145
Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Saham big caps penopang indeks yang juga ditutup menguat hari ini antara lain adalah BBCA, BREN hingga BMRI.
Melansir IDX Mobile, IHSG menguat 2,71% atau 155,73 poin ke 5.902. Hari ini, 600 saham ditutup menguat, 203 stagnan, dan hanya 156 saham yang melemah.
Dari 10 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa, 9 di antaranya ditutup menguat dan 1 ditutup melemah.
Perinciannya, saham BBCA ditutup naik 9,71% ke Rp5.650, BREN menguat 3,18% ke Rp4.220, BBRI naik 3,23% ke Rp2.880, DCII naik 3,83% ke Rp180.150, dan saham BMRI ditutup menguat 4,16% ke Rp4.260.
Kemudian, BYAN naik 2,86% ke Rp9.875, MORA naik 1,27% ke Rp6.000, TLKM menguat 7,25% ke Rp2.810, dan saham ASII menguat tipis 0,64% ke Rp4.700. Di sisi lain, saham AMMN ditutup koreksi 2,93% ke Rp3.310.
Penguatan IHSG hari ini merupakan lanjutan dari kinerja perdagangan Selasa (9/6), kala indeks komposit ditutup dengan kenaikan signifikan 7,57% ke 5.746. Kemarin, semua sektor menguat dengan penguatan terbesar pada saham sektor material dasar sebesar 9,97%.
Tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan penguatan tersebut salah satunya didorong oleh sentimen penguatan rupiah, pasca Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5%. Sejumlah langkah yang ditempuh bank sentral juga masih menjadi sentimen yang menyertai pasar saat ini.
"Bank Indonesia memandang perlunya menempuh langkah-langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dengan meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain yang merupakan upaya untuk mendorong masuknya aliran investasi asing," tulis analis dalam riset hariannya, Rabu (10/6/2026).
Selain menaikkan BI Rate, Bank Indonesia juga menaikkan struktur bunga SRBI pada seluruh tenor 6,9 dan 12 bulan, kemudian melakukan pemberian insentif berupa penurunan tingkat hedging swap bagi investor asing sebesar 10%.
Kemudian, BI juga membuka kembali window lelang instrumen repo untuk tenor 3,6,9 dan 12 bulan bagi perbankan, serta meningkatkan intensitas operasi moneter rupiah dan valas untuk memperkuat stabilisasi rupiah.
Sementara dari pemangku kebijakan lainnya, DPR telah melakukan koordinasi dengan sejumlah institusi seperti Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (Persero), serta bank Himbara untuk menyiapkan langkah strategis merespons dinamika pasar modal.
"Salah satu opsi yang dibahas adalah rencana buyback saham bank-bank BUMN yang tercatat di BEI," tulis sekuritas.
____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg-hari-ini #rekomendasi-saham #pergerakan-ihsg #saham-pilihan #saham-big-caps #net-buy-asing #sektor-energi #sektor-konsumer #sektor-keuangan #manajemen-risiko #rotasi-sektor #akumulasi-saham #saha