Pacu Produksi CPO, MKTR Incar Pendapatan Rp1,39 Triliun pada 2026

Pacu Produksi CPO, MKTR Incar Pendapatan Rp1,39 Triliun pada 2026

PT Menthobi Karyatama Raya Tbk. (MKTR) membidik pendapatan sebesar Rp1,39 triliun pada 2026, tumbuh sekitar 11,6% dibandingkan realisasi 2025.

(Bisnis.Com) 10/06/26 15:30 246085

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perkebunan kelapa sawit PT Menthobi Karyatama Raya Tbk. (MKTR) membidik pendapatan sebesar Rp1,39 triliun pada 2026, tumbuh sekitar 11,6% dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai Rp1,25 triliun.

Target tersebut ditopang oleh peningkatan produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk crude palm kernel oil (CPKO).

Direktur Keuangan dan Investasi Menthobi Karyatama Raya Wawan Sulistyawan mengatakan pada tahun ini perseroan akan tetap fokus pada strategi optimalisasi aset, peningkatan kapasitas produksi, serta pengembangan produk bernilai tambah berbasis konsep industri hijau (green industry).

“Kami di MKTR optimistis bahwa industri kelapa sawit nasional akan melanjutkan pertumbuhan yang positif sepanjang 2026. Perseroan akan tetap fokus pada strategi yang telah ditetapkan mulai dari optimalisasi aset dan peningkatan kapasitas produksi hingga penciptaan nilai tambah,” ujar Wawan dalam Public Expose, Rabu (10/6/2026).

Untuk tahun ini, MKTR menargetkan pengolahan tandan buah segar (TBS) sebanyak 336.400 ton. Dari jumlah tersebut, produksi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diproyeksikan mencapai 73.292 ton, sedangkan produksi inti sawit (palm kernel) ditargetkan sebesar 15.031 ton.

Target operasional tersebut diharapkan dapat mendorong penjualan perseroan hingga Rp1,39 triliun pada 2026.

Optimisme tersebut ditopang oleh kinerja operasional dan keuangan yang tumbuh pada kuartal I/2026. Produksi CPO meningkat 15,3% menjadi 18.588 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 16.121 ton.

Produksi inti sawit (palm kernel) juga meningkat 13,1%, diikuti kenaikan produksi crude palm kernel oil (CPKO) menjadi 1.619 ton dari 1.536 ton serta palm kernel oil (PKO) menjadi 1.897 ton dari sebelumnya 1.746 ton.

Sejalan dengan peningkatan produksi, pendapatan perseroan pada 3 bulan 2026 naik 20,25% menjadi Rp322,8 miliar dibandingkan Rp267,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak tumbuh 35,6% menjadi Rp15,02 miliar dari Rp11,07 miliar. Adapun laba bersih melonjak 40,88% menjadi Rp8,73 miliar dibandingkan Rp6,2 miliar pada kuartal I/2025.

Meski optimistis, manajemen tetap mewaspadai sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi kinerja industri sepanjang tahun ini. Risiko tersebut meliputi ketidakpastian ekonomi global akibat dinamika geopolitik, faktor iklim dan cuaca termasuk potensi El Nino pada semester II/2026, serta tantangan operasional lainnya.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, MKTR juga terus mengembangkan inovasi berbasis keberlanjutan. Perseroan saat ini memproduksi pupuk organik bermerek GreenGrow yang diolah dari tandan kosong kelapa sawit (tankos).

Menurut Wawan, produk tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mengembangkan ekonomi sirkular sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Bagikan Dividen

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar pada 10 Juni 2026, pemegang saham MKTR menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp22,5 miliar atau setara Rp1,86 per saham.

Nilai tersebut setara 40,84% dari laba bersih tahun buku 2025 dan meningkat dibandingkan dividen tahun buku 2024 yang sebesar Rp18,2 miliar.

"Dengan jumlah saham sebanyak 12,06 miliar lembar, total dividen tunai yang dibagikan mencapai Rp22,5 miliar atau Rp1,86 per saham," kata Wawan.

Selain untuk dividen, sebesar 20% laba bersih atau Rp11,02 miliar dialokasikan sebagai cadangan wajib, sedangkan 39,16% atau Rp21,57 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya.

Sepanjang 2025, MKTR membukukan pendapatan sebesar Rp1,246 triliun, naik 23,76% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih meningkat 6% menjadi Rp55,09 miliar.

Untuk mendukung target pertumbuhan tahun ini, MKTR mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp54,15 miliar sepanjang 2026. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk program revitalisasi dan perbaikan mesin guna meningkatkan kinerja pabrik pengolahan kelapa sawit.

Selain itu, perseroan juga memfokuskan investasi pada pengembangan infrastruktur perkebunan, seperti pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, serta sistem manajemen tata air. Menurut manajemen, kualitas infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas kebun sekaligus mendukung kelancaran distribusi hasil panen ke pabrik.

"Porsi terbesar capex tahun ini dialokasikan untuk revitalisasi mesin dan peningkatan infrastruktur. Langkah ini penting untuk meningkatkan performa pabrik sekaligus menjaga produktivitas perkebunan," ujar Wawan.

#cpo #mktr #menthobi #dividen #bwpt #pendapatan-bwpt #penjualan-cpo #laba-bersih-bwpt #minyak-kelapa-sawit #strategi-bwpt #esg-bwpt #sertifikasi-rspo #inovasi-bwpt #plasma-mandiri #industri-kelapa-sawi

https://market.bisnis.com/read/20260610/94/1979973/pacu-produksi-cpo-mktr-incar-pendapatan-rp139-triliun-pada-2026