IHSG Ditutup Ambles 4,20% ke 5.594, Kapitalisasi Pasar Susut ke Rp9.807 Triliun
IHSG ditutup turun 4,20% ke 5.594 dengan kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp9.807 triliun, dipicu oleh krisis kepercayaan investor terhadap pasar domestik.
(Bisnis.Com) 05/06/26 16:25 241297
Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali terpangkas cukup dalam di perdagangan Jumat (5/6/2026). Isu kepercayaan global terhadap pasar modal domestik menjadi momok utama yang menekan indeks komposit. Saham big caps hari ini juga kompak berguguran, dimulai dari BBCA sampai BREN.
Melansir IDX Mobile, IHSG terpangkas 4,20% atau 245,01 poin ke level 5.594. Dengan koreksi ini, IHSG telah terpangkas 8,73% dalam sepekan terakhir, atau 19,75% dalam sebulan ke belakang.
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 656 saham ditutup melemah. Sedangkan, hanya 115 saham yang ditutup menguat dan 188 saham stagnan.
Pasar hari ini menorehkan jumlah transaksi sebesar 34,74 miliar saham dengan nilai Rp31,44 triliun. Kapitalisasi pasar kempis menjadi Rp9.807 triliun.
Koreksi signifikan indeks komposit sejalan dengan saham-saham big caps yang loyo. Misanya, BBCA hari ini ditutup koreksi 6,45% ke Rp5.075, BREN ambrol 10,25% ke Rp3.590, DCII melemah 5,46% ke Rp180.250, BBRI turun 2,49% ke Rp2.740, sedangkan BMRI ditutup melemah 3,27% ke Rp3.840.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham big caps terpantau masih menguat. Mereka adalah MPRO yang ditutup naik 2,11% ke Rp8.450, MDKA naik 3,21% ke Rp2.570, dan ADMR yang ditutup menguat 1,45% ke Rp1.400, hingga INCO yang menguat 4,10% ke Rp4.570.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana mengatakan koreksi tajam IHSG sepanjang tahun ini menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengalami krisis kepercayaan yang cukup serius.
Menilik data, menurutnya penurunan ini bukan semata-mata dipicu oleh faktor eksternal seperti memanasnya kembali konflik AS-Iran yang mendorong harga minyak dunia mendekati US$100 per barel, tetapi juga diperberat oleh berbagai sentimen domestik yang belum menemukan titik terang.
Pelemahan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS, kekhawatiran terhadap kebijakan ekspor satu pintu, serta terus berlanjutnya arus keluar dana asing membuat investor memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di Indonesia.
"Di tengah bursa Asia yang mayoritas justru menguat, kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar domestik lebih banyak berasal dari faktor internal dibandingkan eksternal," tegas Hendra.
Sementara itu, Pjs. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa reformasi pasar modal yang dilakukan BEI bersama OJK ditujukan untuk memulihkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing.
"Dengan kita meningkatkan transparansi, kita meningkatkan granularisasi dari data, kita memberikan informasi terkait dengan high shareholding concentration, itu seluruhnya adalah upaya kita untuk meningkatkan kembali kepercayaan investor kepada pasar kita," kata Jeffrey.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg #ihsg-turun #ihsg-ambles #ihsg-koreksi #saham-big-caps #pasar-modal #kapitalisasi-pasar #saham-melemah #saham-menguat #krisis-kepercayaan #rupiah-melemah #arus-keluar-dana #reformasi-pasar-modal #n-a