Emiten Grup Djarum IBST Genjot Utilisasi 3.200 Menara dan 19.500 Km Fiber Optik

Emiten Grup Djarum IBST Genjot Utilisasi 3.200 Menara dan 19.500 Km Fiber Optik

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) fokus optimalkan 3.200 menara dan 19.500 km serat optik untuk tingkatkan pendapatan.

(Bisnis.Com) 05/06/26 14:45 241111

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten menara telekomunikasi Grup Djarum, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST) memfokuskan strategi pertumbuhan melalui optimalisasi aset yang telah dimiliki, termasuk 3.200 menara telekomunikasi dan hampir 19.500 kilometer jaringan serat optik.

Direktur IBST Doni Wilaga Kusuma mengatakan perseroan saat ini tidak hanya mengandalkan ekspansi aset baru, tetapi juga meningkatkan produktivitas infrastruktur yang telah beroperasi.

"Fokus utama perseroan saat ini adalah meningkatkan utilisasi dan produktivitas aset yang telah dimiliki," ujarnya dalam paparan publik, Kamis (4/6/2026).

Untuk bisnis menara, IBST terus mendorong peningkatan kolokasi dengan menambah jumlah penyewa pada lokasi yang sudah ada. Strategi tersebut dinilai dapat meningkatkan pendapatan tanpa membutuhkan belanja modal yang besar.

Sementara itu, pada bisnis serat optik, perseroan berupaya meningkatkan monetisasi jaringan melalui berbagai layanan konektivitas seperti connectivity, backhaul, Metro-E, leased line, serta solusi berbasis serat optik lainnya.

Menurut Doni, peluang optimalisasi aset juga semakin terbuka setelah IBST bergabung ke dalam ekosistem bisnis Protelindo Group dan iForte.

Sinergi tersebut memungkinkan pemanfaatan aset secara lebih terintegrasi, memperluas basis pelanggan, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur telekomunikasi.

Di sisi profitabilitas, IBST mencatat peningkatan kinerja yang signifikan sepanjang 2025. Direktur IBST Suciratin mengatakan EBITDA margin perseroan melonjak menjadi 90,7% pada 2025 dari 67,2% pada 2024.

Menurutnya, peningkatan profitabilitas tersebut tidak terlepas dari bergabungnya perseroan ke dalam Protelindo Group yang memberikan berbagai manfaat strategis.

"Bergabungnya perseroan ke dalam Protelindo Group memberikan banyak manfaat strategis, baik dari sisi operasional, keuangan, maupun pengembangan bisnis," katanya.

Selain memperoleh akses terhadap skala usaha yang lebih besar, IBST juga mendapatkan penerapan praktik terbaik (best practice) yang lebih luas serta peluang sinergi yang mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan.

Perbaikan profitabilitas tersebut sekaligus memperkuat struktur keuangan perseroan di tengah kebutuhan investasi infrastruktur digital yang terus meningkat.

IBST juga melihat peluang pertumbuhan dari bisnis berbasis serat optik yang saat ini telah berkontribusi sekitar 26% terhadap total pendapatan perusahaan.

Direktur IBST Catherine Sembiring Pelawi menjelaskan kontribusi tersebut berasal dari layanan fiber to the tower (FTTT) sebesar 24%, fiber to the home (FTTH) sekitar 1%, serta layanan connectivity sebesar 1%.

Ke depan, manajemen akan berupaya meningkatkan kapasitas aset menara maupun serat optik sekaligus mengerek tingkat utilisasinya.

"Perseroan dan manajemen akan berupaya untuk meningkatkan aset tower dan fiber optik serta meningkatkan utilisasinya seperti tenancy ratio dan utilization ratio," ujarnya.

Strategi tersebut diharapkan dapat memperbesar kontribusi bisnis non-menara terhadap pendapatan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang, seiring dengan meningkatnya kebutuhan konektivitas data dan infrastruktur digital di Indonesia.

#ibst #menara-telekomunikasi #serat-optik #grup-djarum #optimalisasi-aset #peningkatan-kolokasi #monetisasi-jaringan #protelindo-group #iforte #ebitda-margin #infrastruktur-telekomunikasi #fiber-to-the

https://market.bisnis.com/read/20260605/192/1978702/emiten-grup-djarum-ibst-genjot-utilisasi-3200-menara-dan-19500-km-fiber-optik