BPDP buka program beasiswa sawit bagi 5.000 calon mahasiswa

BPDP buka program beasiswa sawit bagi 5.000 calon mahasiswa

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) saat ini tengah membuka kesempatan bagi sekitar 5.000 calon mahasiswa untuk mengikuti program beasiswa sawit yang ...

(Antara) 05/06/26 13:33 241008

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) saat ini tengah membuka kesempatan bagi sekitar 5.000 calon mahasiswa untuk mengikuti program beasiswa sawit yang mencakup biaya pendidikan dan bantuan biaya hidup.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) BPDP, Helmi Muhansyah pihaknya terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia di sektor sawit, salah satunya melalui program beasiswa pendidikan.

"Program ini merupakan bagian dari upaya kami membangun SDM sawit yang unggul. Mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan biaya kuliah, tetapi juga uang saku selama masa pendidikan," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Selain pendidikan, lanjut dia BPDP juga mendorong hilirisasi dan inovasi produk sawit. Berbagai hasil riset yang dikembangkan saat ini telah menghasilkan beragam produk bernilai tambah, mulai dari material industri hingga produk UMKM.

"Kami memiliki banyak hasil penelitian berbasis sawit, mulai dari bahan untuk rompi antipeluru, helm, hingga berbagai produk konsumen," kata dia pada Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit bertajuk “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” yang digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat selama 4 - 5 Juni 2026.
.
Sejumlah hasil riset tersebut telah dikomersialisasikan oleh UMKM, tambahnya, di laman BPDP juga terdapat sekitar 100 UMKM berbasis produk turunan sawit yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Helmi mencontohkan keberhasilan mahasiswa asal Sumatera Barat yang terinspirasi mengembangkan usaha berbasis lidi sawit hingga berhasil menjadi eksportir ke pasar Asia Selatan.

"Kami berharap peserta workshop ini dapat terinspirasi dan dalam beberapa tahun ke depan muncul wirausaha muda baru yang mampu mengembangkan produk sawit hingga menembus pasar ekspor," katanya.

Ketua Pelaksana Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit, Qayuum Amri, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai industri sawit kepada generasi muda.

"Selama ini generasi Z lebih banyak menerima informasi negatif tentang sawit melalui media sosial. Padahal sawit memiliki banyak manfaat dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan oleh pelaku UMKM maupun wirausaha muda," ujarnya.

Menurut dia, Karawang dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena merupakan salah satu pusat manufaktur terbesar di Indonesia dengan lebih dari seribu perusahaan nasional dan internasional yang beroperasi di wilayah tersebut.

"Karawang memang bukan sentra perkebunan sawit, tetapi memiliki ekosistem industri yang sangat kuat. Produk-produk turunan sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh pelaku UMKM di daerah ini," katanya.

Dia menambahkan kegiatan yang diselenggarakan BPDP bersama Majalah Sawit Indonesia itu diikuti pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, serta generasi muda yang ingin mengembangkan usaha berbasis produk turunan sawit.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy menilai kegiatan workshop tersebut sejalan dengan upaya Pemkab mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan dan UMKM.

Karawang saat ini memiliki lebih dari 311 ribu UMKM yang terdata dan tersebar di 30 kecamatan, tambahnya, jumlah ini terus berkembang seiring semakin tingginya minat masyarakat untuk berwirausaha.

"Karena itu, kami terus memperkuat dukungan bagi UMKM, termasuk melalui peningkatan anggaran yang kini mencapai Rp13 miliar," ujarnya

Menurut dia meski bukan daerah penghasil sawit, Karawang memiliki keterkaitan erat dengan industri sawit melalui sektor pengolahan dan UMKM, sebab sekitar 70 persen pelaku usaha kuliner di kabupaten itu menggunakan produk berbasis sawit dalam kegiatan usahanya.

"Kami melihat banyak peluang yang bisa dikembangkan dari produk turunan sawit, termasuk untuk kriya dan fesyen," katanya.

Karawang, lanjutnya, memiliki batik khas daerah, sehingga tidak menutup kemungkinan ke depan bahan turunan sawit seperti parafin dapat dimanfaatkan dalam proses produksinya.

Pewarta: Subagyo
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

#sawit #bpdp #badan-pengelola-dana-perkebunan #umkm-sawit #produk-turunan-sawit #genz

https://www.antaranews.com/berita/5595379/bpdp-buka-program-beasiswa-sawit-bagi-5000-calon-mahasiswa