Konsensus Ekonom Ramal Inflasi Mei 2026 Merangkak Naik

Konsensus Ekonom Ramal Inflasi Mei 2026 Merangkak Naik

Inflasi Indonesia Mei 2026 diproyeksikan naik 0,2% MoM dan 2,93% YoY, didorong harga pangan dan energi. BPS akan umumkan IHK pada 2 Juni 2026.

(Bisnis.Com) 02/06/26 06:34 237056

Bisnis.com, JAKARTA — Laju inflasi Indonesia pada Mei 2026 diproyeksikan meningkat, baik secara bulanan maupun tahunan. Kenaikan harga pangan (volatile food) dan komoditas energi menjadi faktor utama yang diperkirakan mendorong tekanan inflasi.

Adapun, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Mei pada Selasa (2/6/2026) siang ini.

Dalam konsensus para ekonom yang terhimpun dalam BIG Consensus Insights, nilai tengah (median) proyeksi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2026 diperkirakan mencatat inflasi sebesar 0,2% secara bulanan (month to month/MoM).

BIG Consensus Insight, yang dilaksanakan oleh Data Indonesia, bagian dari riset Bisnis Indonesia Group (BIG), menghimpun proyeksi inflasi Mei 2026 dari ekonom dan analis terkemuka di Indonesia. Dari 20 ekonom dan analis yang diundang, sebanyak 15 partisipan telah menyampaikan proyeksinya.

Sejalan dengan proyeksi itu, nilai median inflasi Mei 2026 sepanjang tahun berjalan 2026 (year to date/YtD) diestimasi mencapai 1,41%. Secara tahunan (year on year/YoY), BIG Consensus Insights memperkirakan median inflasi Mei 2026 sebesar 2,93%.

Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi Mei 2025 yang mencatat deflasi 0,37% secara MoM dan inflasi 1,6% secara YoY. Selain itu, angka proyeksi juga lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi April 2026 yang tercatat 0,13% MoM dan 2,42% YoY.

Dari sisi sebaran proyeksi, inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,75% MoM diberikan oleh Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Sebaliknya, proyeksi terendah datang dari Fikri C. Permana, Head of Research KB Valbury Sekuritas, yang memperkirakan terjadi deflasi 0,4% MoM pada Mei 2026.

Adapun sejumlah faktor yang dinilai paling memengaruhi pergerakan inflasi Mei 2026 antara lain harga pangan (volatile food), harga energi, harga yang diatur pemerintah (administered prices), serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Proyeksi Inflasi YoY Mei 2026 Berdasarkan BIG Consensus Insights

NamaJabatanProyeksi Inflasi YoY
M. Rizal TaufikurahmanKepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF2,90%
David E. SumualChief Economist BCA3,22%
Enrico TanuwidjajaASEAN Economist UOB2,93%
William SimadiputraHead of Research DBS Group2,50%
Piter AbdullahDirektur Program dan Kebijakan Prasasti2,35%
Fikri C. PermanaHead of Research KB Valbury Sekuritas2,40%
RadhikaSenior Economist DBS2,80%
Rully Arya WisnubrotoHead of Research/Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia3,60%
Andry AsmoroChief Economist Bank Mandiri3,28%
Myrdal GunartoEconomist Bank Tabungan Negara3,07%
Fakhrul FulvianChief Economist Trimegah Sekuritas2,70%
Leo Putera RinaldyChief Economist BNI2,99%
Josua PardedeChief Economist Permata Bank2,93%
SunarsipChief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI)2,45%
Hosianna E. SitumorangEconomist Bank Danamon Indonesia3,05%

#inflasi-indonesia #inflasi-mei-2026 #kenaikan-harga-pangan #kenaikan-harga-energi #indeks-harga-konsumen #proyeksi-inflasi #big-consensus-insights #inflasi-bulanan #inflasi-tahunan #harga-volatile-foo

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260602/9/1977689/konsensus-ekonom-ramal-inflasi-mei-2026-merangkak-naik