Indeks Kepercayaan Industri Ekspasif, Optimisme Pelaku Usaha Meningkat di Oktober 2025
Optimisme pelaku industri terhadap kondisi usaha enam bulan mendatang naik menjadi 70,5 persen.
(IDX-Channel) 01/11/25 08:00 23595
IDXChannel - Survei Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada Oktober 2025 menunjukkan optimisme pelaku industri terhadap kondisi usaha enam bulan mendatangnaik menjadi 70,5 persen.
Angka tersebut meningkat dari 69,6 persen pada September 2025. Sementaratingkat pesimisme menurun dari 6,1 persen menjadi 5,4 persen.
Secara umum, 77,9 persen respondenmenyatakan kegiatan usahanya membaik atau stabil, naik tipis dari 77,6 persen pada bulan sebelumnya.
Dari jumlah tersebut,31,0 persen respondenmenyebut kondisi usahanya membaik, sementara46,5 persenmenyatakan stabil, dan hanya22,2 persenyang menilai kondisi usahanya menurun.
"Kemenperin terus berupaya menjaga kepercayaan pelaku industri dengan memastikan kebijakan yang berpihak, seperti penguatan pasar domestik, peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), pengendalian impor selektif, serta jaminan energi industri yang kompetitif," ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif melalui keterangan tertulis, Jumat (31/10/2025).
Selain itu, pemerintah juga fokus memperkuat daya saing melalui peningkatan efisiensi rantai pasok dan mendorong ekspor berbasis nilai tambah.
Program strategis yang dijalankan di antaranya perpanjanganProgram Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT)bagi tujuh sektor industri, fasilitasi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan penguatan struktur industri berbasis sumber daya lokal.
"Dengan kinerja industri yang tetap ekspansif dan optimisme pelaku usaha yang terus meningkat, sektor manufaktur diyakini akan semakin berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja pada periode mendatang," kata Febri.
Sebelumnya, Kemenperin juga merilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2025 yang tetap berada di zona ekspansi dengan nilai53,50.
Angka ini meningkat0,48 poindibandingkan September 2025 sebesar 53,02, serta lebih tinggi dari capaian pada periode yang sama tahun lalu yaitu 52,75 poin.
Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, terdapat 22 subsektor yang mengalami ekspansidengan kontribusi sebesar98,8 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas Triwulan II-2025.
Namun, satu subsektor mengalami kontraksi yaituIndustri Tekstil (KBLI 13), yang masih terdampak pelemahan konsumsi dalam negeri serta tekanan dari peningkatan impor benang dan kain.
Dilihat dari komponen pembentuk indeks, peningkatan IKI bulan Oktober ditopang olehmenguatnya permintaan (demand) yang tercermin pada variabel pesanan baru, naik1,46 poinmenjadi55,25, sertapersediaanyang tetap ekspansif di level56,52, meningkat0,66 poindibandingkan bulan sebelumnya.
Di samping itu,variabel produksi masih berada pada fase kontraksipada angka48,57.
"Fase kontraksi pada produksi ini telah terjadi selama lima bulan berturut-turut. Kondisi tersebut menunjukkan pelaku industri masih berhati-hati dalam menambah output produksi, mengingat permintaan belum sepenuhnya pulih dan banyak perusahaan masih memanfaatkan stok yang tersedia," kata dia.
(NIA DEVIYANA)
#kemenperin #optimisme-pelaku-industri #kondisi-usaha #indeks-kepercayaan-industri