ABMM Kembangkan Kopi Aranio, SROI Capai 3,38 Kali
PT ABM Investama Tbk. (ABMM) mengembangkan Kopi Aranio di Kalimantan Selatan, meningkatkan ekonomi lokal dengan SROI 3,38 kali, melibatkan 40 petani dan BUMDes.
(Bisnis.Com) 26/05/26 18:18 232937
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten energi terintegrasi PT PT ABM Investama Tbk menjalankan program pengembangan Kopi Aranio di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Social Return on Investment (SROI) program tersebut mencapai 3,38 kali.
Direktur Utama ABMM Achmad Ananda Djajanegara mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga revitalisasi lahan dan penguatan rantai nilai kopi lokal.
“Dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, kami melakukan program pengembangan Kopi Aranio di Desa Tiwingan Lama, Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Program ini menggabungkan revitalisasi lahan dengan penguatan kapasitas petani kopi lokal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).
Program Kopi Aranio melibatkan lebih dari 40 petani lokal dan dikembangkan melalui kolaborasi dengan Kelompok Tani Hutan, BUMDes Tiwingan Sejahtera, Pemerintah Desa Tiwingan Lama, serta pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.
Program tersebut mengedepankan konsep shared value dengan mengombinasikan pelatihan budidaya kopi, pengelolaan pascapanen, pengembangan produk, kewirausahaan, hingga akses pasar.
Melalui program ini, petani tidak lagi hanya menjual biji kopi mentah, tetapi mulai memproduksi kopi bubuk dalam kemasan sehingga meningkatkan nilai tambah dan margin pendapatan masyarakat desa.
ABMM juga mendorong pengembangan agroindustri lokal melalui unit pengolahan milik BUMDes yang dilengkapi mesin roasting, grinder, hingga peralatan pengemasan produk kopi.
Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi desa dan mendukung pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan.
Berdasarkan pengukuran Social Return on Investment (SROI) yang dilakukan Center for Entrepreneurship, Change, and Third Sector (CECT) Trisakti, program Kopi Aranio mencatat nilai SROI sebesar 3,38. Artinya, setiap investasi Rp1 menghasilkan manfaat sosial sebesar Rp3,38 selama periode 2023—2024.
ABMM menyebut sekitar 99,3% dampak program dirasakan langsung oleh petani melalui peningkatan pengetahuan, pendapatan, stabilitas pasar, hingga kemudahan akses pemasaran melalui BUMDes.
Selain peningkatan pendapatan petani, program tersebut juga menciptakan peluang kerja baru, termasuk keterlibatan perempuan sebagai pekerja panen kopi, serta menekan biaya distribusi karena adanya akses pasar di tingkat desa.
“Melalui pendekatan berbasis dampak ini, ABM memastikan bahwa program pengembangan masyarakat tidak hanya bersifat bantuan jangka pendek, tetapi turut berkontribusi pada kesejahteraan dan ketahanan sosial masyarakat dalam jangka panjang,” tulis manajemen.
Selain Program Kopi Aranio, ABMM menjalankan Klaster Pertanian Berkelanjutan (Biotron) sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan prioritas pembangunan desa dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).
Anak usaha ABMM, PT Reswara Minergi Hartama, juga menjalankan pemberdayaan perempuan melalui dukungan terhadap UMKM lokal. Perusahaan turut mendukung penyaluran produk batik Sasirangan di Desa Bunati, Kecamatan Sungai Loban, Tanah Bumbu.
#kopi-aranio #abmm-kopi #kopi-kalimantan-selatan #pemberdayaan-ekonomi-desa #kopi-lokal-indonesia #social-return-on-investment #sroi-kopi-aranio #petani-kopi-lokal #agroindustri-kopi #pengembangan-kopi
https://hijau.bisnis.com/read/20260526/653/1976646/abmm-kembangkan-kopi-aranio-sroi-capai-338-kali