Film Children of Heaven, Kisah Menyentuh Perjuangan Kakak & Adik
Film "Children of Heaven" diadaptasi ke versi Indonesia, mengisahkan Ali dan Zahra yang berbagi sepatu di tengah keterbatasan ekonomi. Disutradarai Hanung Bramantyo, tayang 27 Mei 2026.
(Bisnis.Com) 26/05/26 15:33 232672
Bisnis.com, JAKARTA - Hampir tiga dekade telah berlalu, tetapi kisah sederhana dari film Iran bertajuk Children of Heaven masih tetap hangat dan terasa relevan hingga kini. Cerita tentang kakak dan adik yang saling menanggung beban hidup itu kini bakal kembali dihidupkan dalam versi Indonesia.
Children of Heaven merupakan film drama keluarga asal Iran yang dirilis pada 1997. Ditulis dan disutradarai oleh Majid Majidi, film ini pertama kali diputar di Festival Film Fajr Teheran dan sukses meraih berbagai penghargaan nasional maupun internasional setelahnya. Film ini juga tercatat mampu menembus nominasi Academy Awards 1998 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik pada tahun tersebut.
Lebih dari sekadar cerita kehilangan sepasang sepatu, film ini menghadirkan potret hubungan kakak-adik yang hangat di tengah keterbatasan ekonomi. Dari situlah kekuatan emosinya lahir dan menciptakan tangga dramatik menarik sepanjang film.
Dalam versi remake, film ini tetap mempertahankan inti cerita dari versi aslinya. Namun, sejumlah penyesuaian dilakukan agar selaras dengan latar daerah dan konteks waktu yang baru.
Kisahnya berpusat di pinggiran Semarang, mengikuti Ali (13) dan adik perempuannya, Zahra (9), yang hidup dalam kondisi serba terbatas bersama kedua orang tua mereka, Karim dan Fatimah. Konflik bermula ketika satu-satunya sepatu milik Zahra hilang setelah Ali tanpa sengaja meninggalkannya di sebuah toko kelontong.
Takut dimarahi oleh orang tua mereka, Ali dan Zahra akhirnya sepakat untuk bergantian menggunakan sepatu lama milik Ali. Zahra memakainya ke sekolah di pagi hari, sementara Ali menggunakannya di sore hari. Sejak saat itu, keseharian mereka dipenuhi rasa cemas, malu, dan upaya terus-menerus untuk menutupi rahasia kecil yang mereka simpan bersama.
Pada suatu kesempatan, Zahra melihat Gendis (8) memakai sepatu yang mirip dengan miliknya yang hilang. Namun, dia memilih untuk tidak meminta kembali sepatu tersebut setelah mengetahui bahwa kondisi ekonomi keluarga Gendis bahkan lebih sulit dibanding keluarganya sendiri.
Sementara itu, Ali semakin diliputi rasa bersalah dan berusaha menebus kesalahannya. Saat sekolah mengadakan lomba lari dengan hadiah sepatu untuk juara ketiga, ia memutuskan untuk ikut demi memenangkan sepatu baru bagi Zahra. Dengan tekad kuat, Ali berlatih keras dan meyakinkan adiknya bahwa ia akan berjuang sekuat tenaga untuk meraih kemenangan.
Film ini dibintangi oleh deretan aktor dan aktris ternama, di antaranya Jared Ali, Humaira Jahra, Andri Mashadi, Faradina Mufti, Slamet Rahardjo, Oki Rengga, Muhadkly Acho, Reza Nangin, Benedictus, Dodit Mulyanto, Lolox, Varen Arianda, serta Astagina Jyoti, yang masing-masing membawa karakter kuat dalam cerita.
Sementara itu, versi Indonesia dari film ini diarahkan oleh Hanung Bramantyo, sutradara yang telah dikenal lewat sejumlah karya besar seperti Ipar Adalah Maut (2024), Miracle in Cell No. 7 (2022), dan Bumi Manusia (2019).
Sementara itu, penulis skenario Oka Aurora, yang sebelumnya terlibat dalam sejumlah proyek seperti Ipar Adalah Maut (2024), Bila Esok Ibu Tiada (2024), Layangan Putus (2021–2022), hingga Setetes Embun Cinta Niyala (2025), turut menulis versi ini. Ia juga berkolaborasi dengan Hanan Novianti dalam pengembangan naskahnya.
Film ini sendiri diproduseri oleh Manoj Punjabi, sosok yang telah berpengalaman meramu berbagai film box office Indonesia, seperti KKN di Desa Penari (2022), Sewu Dino (2023), Danur Universe, Habibie & Ainun (2012), Ayat-Ayat Cinta (2008), dan Ipar Adalah Maut (2024). Film ini bakal tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026
#children-of-heaven #film-iran #kakak-adik #hubungan-keluarga #film-drama-keluarga #majid-majidi #remake-indonesia #film-berbahasa-asing #festival-film-fajr #academy-awards-1998 #semarang #ali-dan-zahr