Ahli prediksi

Ahli prediksi "booming" properti terjadi dua tahun dari sekarang

Ahli properti Panangian Simanungkalit memprediksi "booming" properti akan terjadi sekitar dua tahun lagi dari sekarang."Perkiraan saya, ...

(Antara) 25/05/26 15:38 231470

Biasanya menurut pengalaman setelah komoditas \'booming\', biasanya diikuti oleh \'booming\' properti

Jakarta (ANTARA) - Ahli properti Panangian Simanungkalit memprediksi "booming" properti akan terjadi sekitar dua tahun lagi dari sekarang.

"Perkiraan saya, \'booming\' properti itu akan terjadi sekitar dua tahun dari sekarang," ujar Panangian di Jakarta, Senin.

Menurut dia, setelah pemerintah mengumumkan pencapaian pertumbuan ekonomi 5,61 persen pada kuartal pertama tahun ini, maka dirinya meyakini inilah momentum kebangkitan bisnis properti di Indonesia.

"Biasanya menurut pengalaman setelah komoditas booming, biasanya diikuti oleh booming properti," katanya.

Tapi kali ini, lanjutnya, terdapat persoalan geopolitik yang membuat harga minyak melonjak dan tentu saja emas juga meningkat, bahkan di luar ekspektasi banyak orang.

Jadi kalau komoditas sudah meningkat, kemudian harga minyak sudah terprediksi walaupun masih ada persoalan negosiasi antara Amerika dengan Iran saat ini. Namun bisa diperkirakan bahwa ekonomi itu sudah mulai akan stabil satu dua bulan ke depan.

"Oleh karenanya biasanya properti akan ikut. Setelah mata uang (currency) sudah stabil, kemudian emas sudah memuncak bahkan sudah mulai stabil dan turun, kemudian komoditas juga sudah memuncak dan sudah stabil, maka properti adalah gilirannya," ujarnya.

Panangian mengajak masyarakat untuk segera mengambil peluang ini untuk berinvestasi pada sektor properti sebelum booming properti tiba.

"Banyak orang mengatakan begini, investasi tunggu saja dulu nanti setelah kelihatan bangkit. Kalau sudah kelihatan bangkit harga properti sudah naik. Jadi justru waktu yang tepat adalah ketika banyak orang ragu. Kalau orang sudah yakin maka itu sudah telat pastinya. Sekarang orang masih ragu ini antara iya dan tidak," katanya.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang fasilitas pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian properti hingga 31 Desember 2027.

Menurut Purbaya, fasilitas itu akan dinikmati oleh sekitar 40 ribu unit properti per tahun.

Dia memutuskan untuk memperpanjang insentif ini demi menjaga daya beli kelas menengah dan mendukung sektor properti yang memiliki efek berganda (multiplier effect) besar.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#pengamat #booming-properti #properti #pasar-properti

https://www.antaranews.com/berita/5581569/ahli-prediksi-booming-properti-terjadi-dua-tahun-dari-sekarang