Bali Utara Perlu Perkuat Diversifikasi Ekonomi

Bali Utara Perlu Perkuat Diversifikasi Ekonomi

Bali Utara, khususnya Buleleng, perlu diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketimpangan dengan Bali Selatan.

(Bisnis.Com) 31/10/25 16:30 23036

Bisnis.com, SINGARAJA - Kawasan Bali bagian utara, termasuk di dalamnya Kabupaten Buleleng, perlu memperkuat diversifikasi ekonomi agar terhindar dari dampak negatif pembangunan.

Salah satu tema yang mengemuka terkait dengan pembangunan di Buleleng yakni rencana pembangunan bandara Bali Utara. Proyek yang masuk rencana pembangunan jangka menengah nasional ini disebut bakal memperkuat ekonomi Kawasan.

Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali Muhamad Shiroth mengatakan pembangunan bandara tidak hanya soal infrastruktur. Pembangunan perlu melihat juga kondisi sosial masyarakat, kondisi objektif dan konektivitas.

"Banyak proyek serupa yang kurang berfungsi maksimal," jelasnya dalam LPS Goes To Campus, Edukasi dan Literasi Keuangan, Peluang dan Tantangan Pengembangan Bali Utara di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis (30/10/2025).

Dia menggambarkan ada beberapa bandara di Indonesia yang dibangun, tetapi tidak terkoneksi jadi kurang bermanfaat.

Muhamad Shiroth menjelaskan sektor pariwisata berperan sebagai pendorong utama ekonomi Bali dengan share 67,38%, sedang non pariwisata hanya 32,61%. Kontribusi pariwisata tersebut mendorong ekonomi Bali tumbuh positif, terlihat dalam tiga tahun terakhir yakni 2022 tumbuh 4,84%, pada 2023 tumbuh 5,71% dan di 2024 tumbuh 5,48%.

Akan tetapi pertumbuhan ekonomi Bali tidak merata, Shiroth menjelaskan pariwisata terkonsentrasi di kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan). Hal ini menyebabkan ketimpangan antara Bali Selatan dan Utara.

Investasi juga 46,7% terpusat di Kabupaten Badung, 31,05% di Kota Denpasar, 11,24%, sedangkan porsi kabupaten lain seperti Buleleng sangat rendah. 96,41% investasi ke sektor tersier seperti hotel, perumahan, perkantoran.

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Bank Indonesia mendorong penguatan sektor unggulan di Bali Utara seperti pertanian, pariwisata berkualitas, peningkatan konektivitas antar wilayah dan akselerasi investasi termasuk di dalamnya proyek strategis.

"Peningkatan produktivitas pertanian melalui swasembada pangan telah terealisasi dengan baik, seperti pembangunan infrastruktur irigasi, intensifikasi pertanian dan berbagai program lainnya yang terus didorong," kata Shiroth.

Kepala Bagian Perekonomian Pembangunan Kabupaten Buleleng, I Made Wirama Satria menjelaskan secara kumulatif, perekonomian Kabupaten Buleleng pada tahun 2024 tumbuh sebesar 5,04% (YoY). Dimana pertanian, kehutanan dan perikanan mendominasi dengan share 20,40% diikuti oleh akmani 17,08%, perdagangan besar dan eceran 12,14%, kemudian diikuti oleh sektor lainnya.

"Kabupaten Buleleng memiliki potensi besar di sektor pertanian, di setiap kecamatan memiliki keunggulan seperti kopi cengkeh, anggur, padi durian. Kemudian ada potensi peternakan sapi," kata Wirama.

#bali-utara #diversifikasi-ekonomi #bandara-bali-utara #ekonomi-buleleng #pariwisata-bali #investasi-bali-utara #konektivitas-bali #pertumbuhan-ekonomi-bali #sektor-pariwisata-bali #ketimpangan-ekonomi

https://bali.bisnis.com/read/20251031/537/1924899/bali-utara-perlu-perkuat-diversifikasi-ekonomi