Menhaj Gus Irfan Fokuskan Persiapan Puncak Haji, Soroti Pergerakan Jemaah dan Konsumsi
Kemenhaj fokus persiapan puncak haji 2026 di Armuzna, atur pergerakan jemaah dan distribusi konsumsi untuk cegah kepadatan dan pastikan keamanan.
(Bisnis.Com) 21/05/26 20:33 228242
Bisnis.com, MAKKAH — Kementerian Haji dan Umrah memusatkan perhatian pada persiapan puncak haji Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna, yang menjadi fase paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026.
Pemerintah menyoroti pengaturan pergerakan jemaah dan distribusi konsumsi sebagai tantangan utama pada fase puncak haji tahun ini.
Menteri Haji dan Umrah Moch Irfan Yusuf menjelaskan bahwa jutaan jemaah dari berbagai negara akan berkumpul dalam waktu bersamaan di kawasan Armuzna. Oleh karena itu, seluruh proses mobilitas jemaah haji Indonesia disusun dengan jadwal ketat untuk mencegah kepadatan ekstrem.
"Armuzna adalah titik paling krusial dari proses haji. Di situlah seluruh jemaah haji dari seluruh dunia berkumpul di satu tempat, sehingga diperlukan persiapan yang sangat matang," ujar Gus Irfan usai rapat bersama Amirulhaj di Kantor Daerah Kerja Makkah, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan skema pergerakan jemaah menuju Arafah secara terukur. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Arafah pada 8 Zulhijjah 1447 H atau Senin (25/5/2026).
"Mulai tanggal 8 [Zulhijjah], kami menggerakkan jemaah haji masuk Arafah. Tentu dengan perhitungan-perhitungan dan jadwal yang sudah diatur secara ketat," katanya.
Selanjutnya, pada 9 Zulhijjah atau Selasa (26/5/2026), jemaah akan menjalani wukuf di Arafah sebelum bergerak menuju Muzdalifah dan Mina pada sore hingga malam hari.
Kemenhaj juga menyiapkan skema murur dan tanazul guna mendukung kelancaran mobilitas jemaah selama fase Armuzna. Skema tersebut diterapkan untuk mengurangi kepadatan sekaligus menjaga keselamatan jemaah, terutama lansia dan kelompok berisiko tinggi.
Selain aspek transportasi, pemerintah mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik dan mental menjelang puncak ibadah haji. Menurut Gus Irfan, daya tahan tubuh menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman.
"Kami juga menyiapkan agar jemaah benar-benar siap fisik dan mental terkait Arafah karena tinggal beberapa hari lagi," ujarnya.
Distribusi Konsumsi jadi Tantangan
Kemenhaj juga memberi perhatian khusus terhadap distribusi konsumsi selama fase puncak haji. Penutupan sejumlah akses jalan dan pembatasan mobilitas kendaraan diperkirakan menjadi tantangan utama dalam penyaluran makanan bagi jemaah.
Oleh karena itu, pemerintah akan memaksimalkan distribusi makanan siap santap atau ready to eat (RTE) selama fase puncak ibadah haji berlangsung.
"Kami akan memaksimalkan proses pembagian konsumsi terkait dengan konsumsi untuk makanan siap saji yang dibagikan kepada jemaah haji," ujar Gus Irfan.
Dia berharap seluruh proses puncak ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar sehingga jemaah haji Indonesia dapat beribadah dengan aman dan nyaman di tengah kepadatan jutaan orang di kawasan Armuzna.
#haji-2026 #puncak-haji #persiapan-haji #pergerakan-jemaah #konsumsi-jemaah #armuzna #arafah #muzdalifah #mina #mobilitas-jemaah #skema-murur #skema-tanazul #distribusi-konsumsi #makanan-siap-saji #kes