Kemenhaj Ungkap Angka Kematian Jemaah Haji Turun Signifikan, Ini Faktor Penyebabnya

Kemenhaj Ungkap Angka Kematian Jemaah Haji Turun Signifikan, Ini Faktor Penyebabnya

Angka kematian jemaah haji 2026 turun signifikan berkat sinergi layanan kesehatan Indonesia-Saudi, mempermudah izin KKHI, dan intervensi medis cepat.

(Bisnis.Com) 21/05/26 15:02 227724

Bisnis.com, MAKKAH — Pemerintah mengklaim angka kematian jemaah haji 2026 turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, di antaranya karena Arab Saudi mempermudah izin operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKHI.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa sinergi pemerintah Indonesia dan Arab Saudi dalam penguatan layanan kesehatan haji mulai menunjukkan hasil positif. Menurutnya, Operasional KKHI hingga level sektor dapat mempercepat intervensi medis terhadap jemaah sakit, terutama menjelang fase puncak haji.

"Secara statistik tahun ini akibat komitmen dari pemerintah Saudi Arabia dan kita, penurunannya signifikan. Kalau tahun lalu per tanggal ini sudah 120 orang yang meninggal, tapi tahun ini sampai dengan hari ini hanya sekitar 50 orang,” ujar Dahnil usai meninjau fasilitas KKHI Makkah, Rabu (20/5/2026) malam.

Menurutnya, kelancaran operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia berdampak langsung terhadap kecepatan penanganan medis jemaah yang mengalami kelelahan maupun serangan panas atau heatstroke.

Hingga saat ini, hampir 10.000 jemaah haji Indonesia telah mendapatkan layanan medis di KKHI akibat kelelahan fisik selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Dahnil mengatakan penurunan angka kematian jemaah haji menjadi indikator penting efektivitas pelayanan kesehatan haji tahun ini. Meski demikian, pemerintah meminta seluruh petugas tetap waspada karena fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) diperkirakan menjadi periode paling berat dalam operasional haji.

Kemenhaj juga menyoroti temuan adanya kasus kematian pada jemaah haji usia produktif dibanding kelompok lansia. Menurut Dahnil, banyak jemaah berusia 40 hingga 50 tahun merasa tubuhnya masih kuat sehingga memaksakan aktivitas fisik berlebihan.

"Yang wafat itu kebanyakan justru bukan lansia, yang wafat itu justru yang umur-umur 50-an atau 40-an. Karena merasa sehat, kemudian memaksakan kegiatan, akhirnya tidak terasa tumbang," katanya.

Temuan tersebut memperkuat kebijakan pemerintah bahwa kelayakan berhaji tidak hanya ditentukan faktor usia, melainkan kondisi kebugaran klinis jemaah.

Pemerintah mengingatkan jemaah agar menjaga stamina menjelang wukuf di Arafah dan mabit di Mina, terutama dengan mengatur aktivitas fisik, konsumsi cairan, dan waktu istirahat.

Dalam kunjungannya ke KKHI Makkah, Dahnil juga memberikan apresiasi kepada sekitar 1.600 dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas selama operasional haji 2026. Menurutnya, dedikasi tenaga kesehatan haji Indonesia mendapat pengakuan langsung dari otoritas Arab Saudi maupun jemaah.

Wamenhaj meminta seluruh tenaga medis menjaga stamina dan memperkuat strategi pelayanan jemput bola selama fase Armuzna. Strategi tersebut dinilai penting untuk menekan lonjakan pasien dan mencegah peningkatan angka kematian jemaah.

Beroperasinya layanan kesehatan hingga tingkat sektor disebut menjadi pertahanan terakhir pemerintah dalam menjaga keselamatan jemaah saat menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

#angka-kematian-jemaah-haji #penurunan-kematian-haji #layanan-kesehatan-haji #klinik-kesehatan-haji-indonesia #kkhi-makkah #sinergi-indonesia-arab-saudi #intervensi-medis-jemaah #heatstroke-jemaah-haji

https://kabar24.bisnis.com/read/20260521/79/1975492/kemenhaj-ungkap-angka-kematian-jemaah-haji-turun-signifikan-ini-faktor-penyebabnya