Koma Tak Kunjung Sadar, Kondisi Putri Raja Thailand Kini Memburuk

Koma Tak Kunjung Sadar, Kondisi Putri Raja Thailand Kini Memburuk

Menurut Istana Kerajaan, dokter tidak mampu mengendalikan detak jatung yang tidak teratur dari putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn tersebut. Kondisi kesehatan... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 21/05/26 14:31 227653

BANGKOK - Kondisi kesehatan Putri Bajrakitiyabha dari Kerajaan Thailand sekarang memburuk akibat infeksi ganda di beberapa organ. Menurut Istana Kerajaan, dokter tidak mampu mengendalikan detak jatung yang tidak teratur dari putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn tersebut.

Putri Bajrakitiyabha Narendira Debyavati Mahidol—atau dikenal sebagai Putri Bha (47) dibawa ke rumah sakit pada Desember 2022 setelah pingsan karena kondisi jantung dan infeksi lainnya. Dia kemudian koma sejak saat itu.

Menurut pernyataan Istana Kerajaan, yang dikutip Reuters, Kamis (21/5/2026), setelah bertahun-tahun menjalani perawatan, dokter menemukan infeksi perut yang menyebabkan peradangan di ususnya pada bulan April, menyebabkan tekanan darahnya turun dan detak jantungnya menjadi tidak teratur.

Dia telah diberi obat dan alat medis telah dipasang untuk mendukung paru-paru dan ginjalnya, tetapi kesehatannya terus menurun. Istana menambahkan bahwa dokter akan terus memantau kondisinya dengan cermat dan memberikan perawatan lebih lanjut.

Sosok Putri Bha "Sleeping Princess of Thailand"



Selama tiga tahun terakhir, Thailand menyimpan kisah pilu tentang seorang calon pemimpin perempuan pertama yang kini hanya bisa bernapas dengan bantuan mesin. Putri Bha dijuluki media asing sebagai “Sleeping Princess of Thailand" karena koma dan tak kunjung sadar.

Putri Bha lahir pada 7 Desember 1978. Dia adalah putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X) dari pernikahan pertamanya dengan Putri Soamsawali Kitiyakara, sepupu sekaligus keturunan bangsawan terhormat.

Sejak kecil, Putri Bha hidup dalam gemblengan disiplin keluarga kerajaan. Pendidikan formalnya tak main-main, yakni termasuk Sarjana Hukum dari Universitas Thammasat di Bangkok, gelar PhD dari Cornell University di Amerika Serikat—salah satu kampus Ivy League ternama—, dan Magister Hubungan Internasional juga dari universitas yang sama.

Dengan kemampuan bahasa Inggris yang fasih dan wawasan internasional, Putri Bha menjadi simbol kebanggaan baru bagi rakyat Thailand—modern, cerdas, dan berwibawa, namun tetap menjunjung nilai-nilai Buddhisme dan tradisi monarki.

Berbeda dengan sebagian bangsawan yang hidup dalam kemewahan, Putri Bha memilih jalur pengabdian publik. Dia pernah bekerja sebagai jaksa di Kantor Kejaksaan Agung Thailand, menangani kasus-kasus hukum internasional dan hak asasi manusia.

Pada 2012, dia diangkat menjadi Duta Besar Thailand untuk Austria, Slovakia, dan Slovenia, sekaligus Perwakilan Tetap untuk PBB di Wina. Selama bertugas, dia memimpin inisiatif yang kemudian dikenal sebagai “Bangkok Rules”, yaitu aturan PBB mengenai perlakuan terhadap narapidana perempuan, hasil gagasannya sendiri. Peraturan ini menjadi tonggak besar dalam dunia hukum internasional, menjadikan namanya dihormati di kalangan diplomat dunia.

Tak sedikit analis di Bangkok yang menilai Putri Bha sebagai gambaran ideal pemimpin masa depan Kerajaan Thailand—sosok yang berwibawa, terdidik, dan bersih dari skandal.

Detik-detik Putri Bha Pingsan dan Koma



Kisah tragis dialami Putri Bha pada 14 Desember 2022. Kala itu, dia tengah memimpin sesi latihan anjing-anjing penjaga kerajaan di Nakhon Ratchasima, kawasan timur laut Thailand. Tanpa tanda-tanda sakit sebelumnya, dia tiba-tiba pingsan di tengah lapangan latihan.

Tim medis istana segera mengevakuasinya ke rumah sakit setempat sebelum diterbangkan dengan helikopter ke King Chulalongkorn Memorial Hospital, Bangkok.

Beberapa hari kemudian, Biro Rumah Tangga Kerajaan mengumumkan penyebabnya: aritmia jantung parah akibat peradangan otot jantung (myocarditis) yang dipicu oleh infeksi bakteri Mycoplasma. Kondisinya kemudian memburuk.

Dia harus menggunakan alat bantu pernapasan, mesin dialisis, dan obat untuk menjaga fungsi organ vital. Sejak itu, Putri Bha tidak pernah sadar kembali.

Dalam budaya Thailand, monarki adalah simbol kesakralan. Informasi tentang kesehatan anggota keluarga kerajaan sangat dibatasi. Sejak 2023 hingga kini, istana hanya mengeluarkan pernyataan singkat setiap beberapa bulan, menegaskan bahwa sang putri masih dalam perawatan intensif dengan dukungan obat-obatan.

Sebelum jatuh koma, Putri Bha sering disebut sebagai kandidat terkuat pewaris takhta Dinasti Chakri (Kerajaan Thailand). Dia tercatat sebagai anak pertama Raja Vajiralongkorn dari pernikahan sah, sekaligus cucu kesayangan mendiang Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX) yang legendaris.

Monarki Thailand memiliki Undang-Undang Suksesi 1924 yang dibuat Raja Vajiravudh (Rama VI). Inti dari aturan ini adalah pewaris takhta harus laki-laki dari istri sah raja. Namun, undang-undang tersebut diamandemen pada 2017. Pada tahun tersebut, setelah wafatnya Raja Bhumibol (Rama IX), Thailand mengesahkan Konstitusi baru yang memberikan kewenangan lebih besar kepada Raja Vajiralongkorn (Rama X), termasuk dalam hal suksesi.

Dalam Pasal 21 Konstitusi Thailand 2017 disebutkan: “Dalam hal tidak ada pewaris yang ditunjuk sesuai dengan Undang-Undang Suksesi 1924, Raja memiliki hak untuk menunjuk seorang penerus takhta dan keputusan itu harus disetujui oleh Dewan Penasehat Kerajaan."

Artinya, raja kini boleh menunjuk siapa pun, tanpa harus terikat mutlak pada urutan laki-laki yang ditentukan undang-undang lama.

Banyak yang menganggap Putri Bha sempat dipertimbangkan serius untuk menjadi pemimpin monarki Thailand berikutnya—terutama karena adik tirinya, Pangeran Dipangkorn Rasmijoti, memiliki kondisi autisme dan sulit tampil di depan publik.

Namun koma panjangnya membuat anggapan itu sirna. Kini, takhta masa depan Thailand kembali menjadi misteri. Hampir setiap tahun, rakyat Thailand masih menyalakan lilin di depan King Chulalongkorn Memorial Hospital untuk mendoakan sang putri.

Poster bertuliskan “We Pray for Princess Bha” sering terlihat di Bangkok setiap Desember, bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Di ruang perawatan istana yang dijaga ketat, Putri Bajrakitiyabha tetap terbaring. Mesin-mesin medis terus berdengung, menopang kehidupan seorang putri yang pernah begitu berpotensi menjadi pemimpin monarki.
(mas)

#putri-kerajaan #thailand #raja-maha-vajiralongkorn #kerajaan-thailand #selir-raja-thailand

https://international.sindonews.com/read/1709203/40/koma-tak-kunjung-sadar-kondisi-putri-raja-thailand-kini-memburuk-1779347143