Teknologi Motion Capture Jadi Cara Baru Melestarikan Tari Lengger

Teknologi Motion Capture Jadi Cara Baru Melestarikan Tari Lengger

Tari lengger didokumentasikan dengan teknologi motion capture untuk melestarikan gerak dan makna spiritualnya di tengah minimnya regenerasi pelaku tradisional.

(Bisnis.Com) 18/05/26 17:22 223962

Bisnis.com, JAKARTA — Tari lengger mulai didokumentasikan dengan teknologi motion capture dan riset DNA gerak di tengah kekhawatiran berkurangnya pelaku tradisional.

Teknologi tersebut digunakan untuk memetakan pola tubuh, ritme, dan karakter gerak khas lengger sebagai arsip digital yang dapat dipelajari lintas generasi.

Seniman lengger Rianto menyatakan, inovasi ini dilakukan sebagai respons atas ancaman hilangnya praktik lengger dalam beberapa dekade ke depan. Minimnya regenerasi menjadi persoalan utama.

“Kalau 50 tahun ke depan tubuh ini sudah tidak ada, siapa yang akan melanjutkan? Itu yang saya pikirkan,” ujarnya.

Kolaborasi riset dilakukan bersama sejumlah universitas di Melbourne dan Jenewa. Pendekatan tersebut bertujuan merekam detail gerak tubuh lengger sebagai semacam “DNA gerak” digital khas lengger.

Menurut Rianto, lengger tidak hanya soal pertunjukan, tetapi laku tubuh yang mengandung dimensi spiritual. Karena itu, pelestarian tidak cukup dilakukan melalui dokumentasi visual biasa.

Digitalisasi dipandang sebagai cara menjaga ingatan tubuh lengger agar tetap hidup lintas generasi. Upaya ini sekaligus membuka kemungkinan baru dalam pengembangan seni pertunjukan berbasis data gerak.

Penulis dan alumnus ISI Surakarta, Purnawan Andra, menilai lengger selama ini merepresentasikan harmoni kosmos. Gerakannya sarat simbol yang menghubungkan manusia dengan alam.

“Ketika makna tradisi tidak dipahami secara utuh, ada risiko pembelokan makna. Lengger bisa dipersepsikan hanya sebagai identitas, bukan sebagai praktik budaya yang kompleks,” ujarnya.

Di tengah upaya pelestarian tersebut, lengger juga menghadapi perubahan tafsir di ruang publik modern. Salah satunya tentang pemahaman lengger yang kini kerap dipersempit menjadi simbol identitas semata.

Perwakilan Borobudur Writers and Cultural Festival, Seno Joko Suyono, menegaskan bahwa lengger memiliki sejarah panjang. Tradisi ini telah berkembang sejak abad ke-19 di Banyumas, termasuk praktik lengger lanang.

Menurutnya, keberagaman dalam lengger, seperti perempuan yang memerankan tokoh laki-laki, merupakan bagian dari praktik budaya yang telah lama hidup dalam masyarakat. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari konteks lokal.

“Lengger ini bukan semata queer performance. Tarian lengger bertolak dari khasanah spiritual, berkaitan dengan sawah, kesuburan, hujan, dan religiositas orang Jawa,” katanya.

#motion-capture #tari-lengger #teknologi-motion-capture #pelestarian-tari #dokumentasi-digital #dna-gerak #regenerasi-lengger #seni-pertunjukan #digitalisasi-tari #lengger-tradisional #harmoni-kosmos #n-a

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260518/254/1974476/teknologi-motion-capture-jadi-cara-baru-melestarikan-tari-lengger