Pusat Mulai Siapkan Garut Jadi Daerah Berbasis Desa Ekspor
Pemerintah pusat mengarahkan Garut menjadi daerah berbasis desa ekspor dengan mengembangkan produk unggulan lokal, desa tematik, dan desa wisata untuk meningkatkan ekonomi dan menekan kemiskinan.
(Bisnis.Com) 15/05/26 15:05 221854
Bisnis.com, GARUT- Pemerintah pusat mulai mengarahkan Kabupaten Garut menjadi daerah berbasis desa ekspor melalui penguatan produk unggulan desa, pengembangan desa tematik, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengatakan penguatan ekonomi desa menjadi strategi utama pemerintah dalam menekan kemiskinan sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Menurut dia, desa tidak lagi hanya diposisikan sebagai wilayah penerima bantuan pembangunan, melainkan harus mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi hingga menembus pasar internasional.
“Kalau desa dikelola dengan baik, kesejahteraan akan tumbuh dari bawah. Di situ angka kemiskinan bisa ditekan, terutama masyarakat pada kelompok desil 1 sampai desil 5,” kata Yandri dikutip Kamis (15/5/2026).
Dia menilai Garut memiliki modal kuat untuk dikembangkan menjadi kawasan desa ekspor karena memiliki banyak komoditas unggulan yang selama ini sudah dikenal pasar nasional maupun luar negeri.
Beberapa sektor yang dinilai berpotensi dikembangkan antara lain kopi, produk kulit, akar wangi, hasil hortikultura, teh, hingga produk olahan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah, kata dia, akan mendorong penguatan tata kelola desa agar potensi ekonomi tersebut tidak berhenti pada produksi skala lokal, tetapi mampu masuk ke rantai perdagangan global.
“Kita ingin desa punya produk unggulan yang memiliki daya saing. Desa harus naik kelas, bukan hanya memproduksi barang, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya.
Selain pengembangan desa ekspor, pemerintah juga menyiapkan penguatan desa wisata dan desa tematik sebagai bagian dari strategi memperluas sumber ekonomi masyarakat pedesaan.
Konsep desa tematik diarahkan agar setiap desa memiliki identitas ekonomi yang jelas sesuai karakter wilayah masing-masing. Dengan model itu, pembinaan usaha, promosi, hingga pemasaran produk dinilai akan lebih terfokus.
Sementara desa wisata diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru melalui pengembangan potensi alam, budaya, kuliner, dan industri kreatif lokal.
Yandri mengatakan pendekatan pembangunan berbasis desa dinilai lebih efektif dalam menciptakan pemerataan ekonomi karena manfaatnya langsung menyentuh masyarakat tingkat bawah.
Dia juga menegaskan pemerintah pusat membuka peluang dukungan program prioritas bagi desa-desa di Garut yang dinilai siap berkembang menjadi sentra ekonomi baru. “Kami ingin pembangunan ekonomi dimulai dari desa. Kalau desa maju, otomatis daerah juga akan bergerak,” katanya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan penguatan desa ekspor menjadi peluang besar bagi daerahnya untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Menurut dia, Garut memiliki banyak potensi desa yang selama ini belum dikembangkan secara maksimal, padahal memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dia berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pengembangan desa produktif di Garut, terutama melalui pendampingan usaha, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga akses pemasaran.
“Kami ingin potensi desa di Garut benar-benar menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Arahnya bukan hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” kata Syakur.
#desa-ekspor #garut-desa-ekspor #produk-unggulan-desa #ekonomi-desa #desa-tematik #desa-wisata #potensi-lokal-garut #komoditas-unggulan-garut #umkm-garut #pasar-internasional #penguatan-ekonomi-desa #d