Ini Jenis Hantavirus yang Merebak di Kapal Pesiar MV Hondius
Hantavirus strain Andes merebak di kapal pesiar MV Hondius, dengan 7 kasus positif dan 3 kematian. WHO menilai risiko wabah besar rendah, meski penularan antarmanusia perlu diwaspadai.
(Bisnis.Com) 14/05/26 09:10 220982
Bisnis.com, JAKARTA — Kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius kembali bertambah usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi tujuh kasus positif terkait wabah tersebut, sementara tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia selama perjalanan dari Amerika Selatan.
Penambahan kasus terbaru berasal dari seorang warga Amerika Serikat dan seorang warga Prancis yang sebelumnya telah dipulangkan ke negaranya masing-masing. Otoritas kesehatan Spanyol juga menemukan satu kasus positif sementara pada warga Spanyol yang kini menjalani karantina di Madrid usai dievakuasi dari kapal.
WHO menyebut sebagian penumpang diduga terinfeksi strain Andes, yaitu jenis hantavirus yang memiliki kemungkinan penularan antarmanusia. Meski begitu, pejabat kesehatan internasional menilai risiko penyebaran wabah secara luas masih tergolong rendah.
“Hingga saat ini risiko wabah besar dinilai sangat rendah, meski penularan antar manusia pada strain Andes tetap perlu diwaspadai,” tulis WHO dalam keterangannya dikutip dari BBC News, Selasa (12/5/2026).
Hantavirus sendiri merupakan penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus atau kotorannya. Infeksi virus ini dapat menyebabkan gejala berupa demam, nyeri otot, tubuh lemas, muntah, diare, sakit perut, hingga sesak napas.
Di Amerika Serikat, Departemen Kesehatan menyebut dua warga negaranya yang dipulangkan dari MV Hondius menjalani perjalanan menggunakan unit biokontainmen sebagai langkah pencegahan. Salah satu penumpang dilaporkan mengalami gejala ringan setelah tiba di AS sehingga kini masih berada dalam pemantauan kesehatan.
Pejabat sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Dr Jay Bhattacharya, mengatakan masyarakat tidak perlu panik berlebihan karena penularan hantavirus antarmanusia tergolong jarang terjadi. Menurut dia, kasus hantavirus berbeda dengan Covid-19 yang memiliki tingkat penyebaran lebih cepat.
“Kami tidak ingin menimbulkan kepanikan publik karena penularan dari manusia ke manusia sangat jarang dan tidak seperti Covid-19,” ujar Dr Jay Bhattacharya.
Sementara itu di Prancis, Menteri Kesehatan Stéphanie Rist mengonfirmasi satu perempuan yang dipulangkan dari kapal pesiar tersebut dinyatakan positif hantavirus. Pasien itu diketahui mulai menunjukkan gejala saat penerbangan evakuasi dari Tenerife menuju Bandara Le Bourget di Paris pada Minggu waktu setempat.
“Tes menunjukkan hasil positif hantavirus dan kondisinya memburuk dalam semalam,” ujar Stéphanie Rist.
Pemerintah Prancis menyebut pasien tersebut merupakan satu dari lima warga Prancis yang dievakuasi dari MV Hondius. Empat warga lainnya dinyatakan negatif, tetapi tetap harus menjalani isolasi sedikitnya selama 15 hari untuk mencegah potensi penularan.
Otoritas kesehatan Prancis juga melacak 22 warga negaranya yang sempat berada dalam penerbangan lain terkait klaster kasus tersebut. Beberapa di antaranya diketahui melakukan perjalanan dari Saint Helena menuju Johannesburg dan dari Johannesburg ke Amsterdam.
Di sisi lain, pemerintah Spanyol menetapkan 6 Mei sebagai “hari nol” dalam perhitungan masa karantina penumpang MV Hondius. Dengan ketentuan itu, masa isolasi para penumpang dan awak kapal dapat berlangsung hingga 42 hari sesuai rekomendasi WHO.
Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut langkah karantina ketat dilakukan untuk memutus kemungkinan rantai penularan setelah ditemukannya dua kasus positif yang terkait dengan kapal tersebut. Seluruh penumpang yang menjalani karantina juga akan menjalani tes PCR berulang sebelum kondisi mereka dievaluasi kembali.
#hantavirus #hantavirus-kapal-pesiar #hantavirus-mv-hondius #strain-andes #penularan-hantavirus #hantavirus-manusia #gejala-hantavirus #infeksi-hantavirus #hantavirus-amerika-serikat #hantavirus-pranci