Titah KDM soal Sampah Berpotensi Hasilkan Cuan, Indramayu Lirik RDF

Titah KDM soal Sampah Berpotensi Hasilkan Cuan, Indramayu Lirik RDF

Indramayu melirik adopsi RDF untuk mengolah sampah jadi energi alternatif guna mengurangi beban TPA dan membuka peluang ekonomi baru.

(Bisnis.Com) 13/05/26 14:56 220253

Bisnis.com, INDRAMAYU — Pemerintah Kabupaten Indramayu mulai menyiapkan langkah pengolahan sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Langkah tersebut dilakukan menyusul arahan Gubernur Jawa BaratDedi Mulyadiagar seluruh daerah di Jawa Barat mampu mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) melalui pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Bupati IndramayuLucky Hakimmengatakanpemerintah daerah diminta mulai mengubah pola pengelolaan sampah dari sistem buang ke TPA menjadi pengolahan sejak dari sumbernya.

Lucky mengatakan pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya mengandalkan pembuangan akhir. Dia mengemukakan pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga, desa, hingga kecamatan menjadi kunci utama untuk menekan volume sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.

“Kami sepakat persoalan sampah harus diselesaikan dari hulu. Sampah harus dipilah agar bisa diolah kembali dan memiliki nilai guna,” kata Lucky, Rabu (13/5/2026).

Pemkab Indramayu, kata Lucky, mulai mempelajari teknologi pengolahan sampah menjadi RDF yang dinilai mampu menjadi solusi jangka panjang persoalan sampah perkotaan.

RDF merupakan hasil pengolahan sampah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif industri untuk menggantikan sebagian penggunaan batu bara.

Lucky menilai penerapan RDF relevan di Indramayu karena dapat mengurangi beban TPA sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Selain menekan pencemaran lingkungan, pengolahan sampah menjadi energi dinilai mampu menciptakan rantai usaha baru yang melibatkan masyarakat dan sektor swasta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, mengatakan pihaknya membuka peluang kerja sama dengan investor maupun sektor industri untuk mengembangkan pengolahan sampah berbasis energi terbarukan.

Dedi mengemukakan Indramayu memiliki potensi besar dalam pengembangan RDF karena volume sampah yang dihasilkan setiap hari dapat diolah menjadi sumber energi alternatif. Selain itu, keberadaan kawasan industri di wilayah Pantura juga dinilai menjadi peluang pasar bagi pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar.

“Pengolahan sampah tidak hanya bicara lingkungan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi. Karena itu kami membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan komunitas,” ujar Dedi.

#indramayu-rdf #pengolahan-sampah #sampah-jadi-cuan #rdf-bahan-bakar #alternatif-batu-bara #pengelolaan-sampah-teknologi #pemilahan-sampah #nilai-ekonomi-sampah #energi-terbarukan #kerjasama-investor-s

https://bandung.bisnis.com/read/20260513/549/1973527/titah-kdm-soal-sampah-berpotensi-hasilkan-cuan-indramayu-lirik-rdf