Realisasi Penyaluran KUR di Wilker KPPN Malang Tembus Rp2,261 Triliun

Realisasi Penyaluran KUR di Wilker KPPN Malang Tembus Rp2,261 Triliun

Realisasi penyaluran KUR di Wilker KPPN Malang mencapai Rp2,261 triliun hingga April 2026, meningkat 21,89% dengan 33.573 debitur, menunjukkan perekonomian daerah yang atraktif.

(Bisnis.Com) 13/05/26 10:39 219873

Bisnis.com, MALANG — Realisasi penyaluran KUR di Wilker KPPN Malang mencapai Rp2,261 triliun sampai dengan April 2026.

Kepala KPPN Malang, Muhammad Rusna, mengatakan realisasi KUR sebesar Rp2,261 triliun diperuntukkan 33.573 debitur, naik 21,89% dari sisi volume dan 4,5% dari sisi debitur bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Daerah di wilker KPPN Malang yang paling banyak menyerap KUR, yakni Kab. Malang yang mencapai Rp1,181 triliun,” ujarnya di sela-sela rilis kinerja APBN Data sampai dengan April 2026 dan Penganugerahan Penghargaan Satker Berkinerja Terbaik Lingkup KPPN Malang (PRISMA) Triwulan I/2026, Selasa (12/5/2026).

Penyaluran KUR di Kab. Malang sebesar itu, kata dia, diperuntukkan 17.696 debitur, naik 14,21% (volume) dan 0,94% (debitur).

Selanjutnya, Kab. Pasuruan mencapai Rp515,757 miliar untuk 9.149 debitur, naik 21,39% (volume) dan 7,23% (debitur). Kota Malang Rp358,944 miliar untuk 4.341 debitur, naik 56,13% (volume) dan 16,63% (debitur).

Kota Batu mencapai Rp144,176 miliar untuk 1.502 debitur, naik 24,30% (volume) dan 3,87% (debitur). Kota Pasuruan Rp60,788 miliar untuk 885 debitur, naik 22,12% (volume), namun turun 1,12% (debitur).

Untuk kredit ultra mikro (UMi), tersalur Rp132,301 miliar untuk 23.362 debitur, naik 186,22% (volume) dan 143,30% (debitur).

Menurut Rusna, daerah yang menyerap UMi, yakni Kab. Malang sebesar Rp61,971 miliar untuk 10.996 debitur, naik 155,45% (volume) dan 113,47% (debitur).

Kabupaten Pasuruan, 47,194 miliar untuk 8,250 debitur, naik 244,77% (volume) dan 203,98% (debitur). Kota Malang Rp11,502 miliar untuk 2.094 debitur, naik 129,77% (volume) dan 87,63% (debitur).

Kota Pasuruan Rp8,201 miliar untuk 1.414 debitur, naik 242,14% (volume) dan 207,39% (debitur); dan Kota Batu Rp3,432 miliar untuk 608 debitur, naik 293,35% (volume) dan 277,64% (debitur).

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai penyaluran KUR dan UMi yang mengalami kenaikan mengindikasikan bahwa perekonomian daerah masih tetap atraktif. Hal ini sejalan dengan capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61% pada triwulan I/2026.

Dalam hal ini, kata dia, sebagai upaya meningkatkan akses permodalan bagi UMKM di daerah dan mampu menyerap KUR maupun UMi, pemerintah daerah harus terus mempersiapkan UMKM untuk lebih feasible dan bankable.

Selain itu, kata Joko, pendampingan dalam meningkatkan standar kualitas produk, aspek legalitas usaha, fasilitasi promosi, sertifikasi halal dan berbagai program pemberdayaan lainnya harus terus dilakukan. Hal yang layak diapresiasi, Kabupaten Malang terus melakukan upaya jemput bola untuk pengurusan perizinan UMKM, dimana Disperindag turun langsung ke desa-desa untuk membantu pengurusan legalitas UMKM seperti NIB.

“Bentuk-bentuk inovasi seperti ini dapat dipraktikkan di berbagai daerah, khususnya akses UMKM yang jauh dari pusat pemerintahan,” ucap Joko yang juga Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi FEB UB itu.(K24)

#kur-malang #penyaluran-kur #kur-kabupaten-malang #kur-kota-malang #kur-kota-batu #kur-kabupaten-pasuruan #kur-kota-pasuruan #kredit-ultra-mikro #umi-malang #umi-pasuruan #umkm-malang #pertumbuhan-ekon

https://surabaya.bisnis.com/read/20260513/531/1973458/realisasi-penyaluran-kur-di-wilker-kppn-malang-tembus-rp2261-triliun