Pembangunan Jalan Lenangguar-Lunyuk Kabupaten Sumbawa Rampung Akhir Mei 2026

Pembangunan Jalan Lenangguar-Lunyuk Kabupaten Sumbawa Rampung Akhir Mei 2026

Pembangunan jalan Lenangguar-Lunyuk di Sumbawa sepanjang 61 km ditargetkan selesai Mei 2026 dengan anggaran Rp61 miliar, fokus mitigasi bencana dan drainase.

(Bisnis.Com) 12/05/26 10:14 218688

Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan pembangunan jalan Lenangguar-Lunyuk di Pulau Sumbawa sejauh 61 km selesai pada Mei 2026.

Pemerintah Provinsi NTB telah mengalokasikan anggaran Rp61 miliar untuk menuntaskan pembangunan jalan tersebut. Ruas Lenangguar–Lunyuk merupakan salah satu jalur strategis penghubung wilayah selatan Kabupaten Sumbawa yang menopang mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian antar wilayah.

Iqbal menyoroti kondisi lereng yang labil sebagai penyebab utama kerusakan badan jalan di sejumlah lokasi.

“Kalau melihat struktur jalan di sini, persoalan utamanya ada pada lereng yang labil. Longsor menimbun badan jalan dan mengganggu akses masyarakat. Karena itu titik-titik rawan harus dipetakan dan ditangani lebih dulu,” ujarnya.

Iqbal menyebut pembangunan jalan tidak lagi cukup hanya berfokus pada pengaspalan badan jalan, tetapi harus memperhitungkan aspek mitigasi bencana, sistem drainase, dan karakter geografis wilayah.

Ia menilai banyak kerusakan jalan selama ini terjadi akibat minimnya saluran air dan lemahnya antisipasi terhadap potensi longsor.

“Sekarang ini drainase wajib dalam desain jalan. Jangan hanya membangun badan jalannya saja, tetapi juga harus menghitung aliran air, kondisi lereng, dan risiko longsor di sekitarnya,” katanya.

Ia juga meminta pengawas jalan tidak hanya memantau kondisi permukaan jalan, tetapi ikut menghitung potensi kerusakan di sisi kiri dan kanan ruas jalan yang dapat membahayakan masyarakat.

“Kalau kerusakan ditangani sejak awal, biayanya tidak besar. Tapi kalau dibiarkan sampai parah, anggarannya bisa ratusan juta bahkan miliaran rupiah,” ujarnya.

Selain fokus pada aspek mitigasi, Gubernur menegaskan bahwa keberadaan ruas jalan Lenangguar–Lunyuk sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian dari wilayah selatan Sumbawa.

Ia bahkan meminta percepatan penanganan pada salah satu titik badan jalan yang dinilai membahayakan kendaraan pengangkut hasil panen masyarakat.

“Ini berbahaya untuk pengendara, apalagi saat panen raya ketika truk pengangkut hasil pertanian melintas. Kalau bisa besok sudah mulai persiapannya dan minggu depan mulai dikerjakan,” kata Iqbal.

Selain percepatan penanganan, Gubernur juga menegaskan komitmennya memperkuat sistem pemeliharaan jalan provinsi melalui dukungan anggaran dan pengadaan alat pemeliharaan secara bertahap.

Menurutnya, anggaran pemerintah seharusnya lebih banyak digunakan untuk membuka konektivitas baru dan memperkuat akses ekonomi masyarakat, bukan terus-menerus habis untuk memperbaiki kerusakan yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal.

“Lebih baik anggaran kita dipakai membuka keterhubungan wilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian,” katanya.

#jalan-lenangguar-lunyuk #pembangunan-jalan-sumbawa #jalan-strategis-ntb #anggaran-pembangunan-jalan #mitigasi-bencana-jalan #sistem-drainase-jalan #kerusakan-jalan-sumbawa #distribusi-hasil-pertanian #n-a

https://bali.bisnis.com/read/20260512/537/1973128/pembangunan-jalan-lenangguar-lunyuk-kabupaten-sumbawa-rampung-akhir-mei-2026