Laporan IRENA: Biaya Energi Surya dan Angin Lebih Murah daripada Fosil

Laporan IRENA: Biaya Energi Surya dan Angin Lebih Murah daripada Fosil

Biaya energi surya dan angin kini lebih murah dari fosil, dengan proyeksi penurunan biaya hingga 40% pada 2035.

(Bisnis.Com) 07/05/26 17:11 214563

Bisnis.com, JAKARTA — Biaya energi berbasis tenaga surya dan angin yang dipadukan dengan teknologi baterai penyimpanan kini lebih murah dibandingkan energi fosil, berdasarkan laporan terbaru Badan Energi Terbarukan Internasional (International Renewable Energy Agency/IRENA).

Laporan bertajuk24/7 Renewables: The Economics of Firm Solar and Windtersebut menyebutkan total biaya rata-rata per unit energi selama masa pakai ataufirm levelised cost of electricity(Firm LCOE) untuk kombinasi energi surya dan baterai berkisar US$54–US$82 per megawatt-hour (MWh) di kawasan dengan sumber daya energi tinggi.

Sebagai perbandingan, biaya pembangkit batu bara di China berkisar US$70–US$85 per MWh, sementara biaya pembangkit gas baru secara global melampaui US$100 per MWh.

Penurunan biaya ini ditopang oleh turunnya harga panel surya, turbin angin, dan baterai secara bersamaan. Sejak 2010, biaya instalasi panel surya turun 87% dan angin darat 55%, sementara biaya penyimpanan baterai anjlok 93%.

IRENA memproyeksikan penurunan biaya lebih lanjut sekitar 30% pada 2030 dan sekitar 40% pada 2035, sehinggafirm costberpotensi turun di bawah US$50 per MWh di lokasi terbaik pada 2035. Kompleks Al Dhafra di Uni Emirat Arab yang memadukan panel surya dengan baterai sudah mencontohkan realisasi ini, dengan pasokan listrik bersih sebesar 1 gigawatt (GW) pada harga sekitar US$70 per MWh.

Untuk sistem angin plus baterai, estimasi IRENA pada 2025 menunjukkan biaya berkisar US$59 per MWh di Inner Mongolia hingga US$88–US$94 per MWh di Brasil, Jerman, dan Australia.

Biaya ini diproyeksikan turun ke kisaran US$49–US$75 per MWh di pasar-pasar tersebut pada 2030. Penurunan lebih jauh dicapai ketika angin dikombinasikan dengan panel surya melalui pemanfaatan profil pembangkitan yang saling melengkapi untuk menekan kebutuhan penyimpanan.

Waktu konstruksi proyek energi terbarukan juga makin singkat, dengan proyek yang umumnya selesai dibangun dalam satu hingga dua tahun setelah mendapatkan izin dan koneksi jaringan. Durasi ini lebih cepat dibandingkan pembangkit gas baru di sebagian besar pasar.

Laporan IRENA juga menyoroti bahwa kombinasi energi surya, angin, dan baterai mampu menyediakan pasokan listrik yang efisien dan bersifat terus-menerus (round-the-clock). Skema ini dinilai tepat untuk memenuhi kebutuhan pengguna listrik paling intensif, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan pusat data yang membutuhkan pasokan tak terputus sebagai tolok ukur komersial utama.

Energi terbarukan yang bersifatfirmjuga memungkinkan produksi bahan bakar bersih untuk sektor-sektor yang sulit melakukan dekarbonisasi (hard-to-abate), di mana kelayakan ekonomi bergantung tidak hanya pada biaya, tetapi juga pada kemampuan beroperasi pada tingkat utilisasi tinggi.

#energi-surya #energi-angin #biaya-energi-terbarukan #irena-laporan #biaya-energi-fosil #panel-surya-murah #turbin-angin-murah #baterai-penyimpanan #firm-lcoe #biaya-pembangkit-batu-bara #biaya-pembang

https://hijau.bisnis.com/read/20260507/652/1972158/laporan-irena-biaya-energi-surya-dan-angin-lebih-murah-daripada-fosil