Iran Peringati AS untuk Menjauh dari Selat Hormuz
Iran memperingatkan AS untuk menjauh dari Selat Hormuz, mengancam akan menyerang jika AS memasuki wilayah tersebut. Konflik ini mempengaruhi pengiriman global.
(Bisnis.Com) 07/05/26 17:11 214562
Bisnis.com, SEMARANG — Militer Iran buka suara usai pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebutkan akan membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Menanggapi pernyataan tersebut, militer Iran dengan tegas memperingatkan Angkatan Laut AS untuk tidak memasuki Selat Hormuz.
Dikutip dari Al Jazeera, Kepala Komando Gabungan Militer Iran Ali Abdollahi menuturkan bahwa pasukan AS akan diserang jika mereka tetap memasuki selat tersebut, dan kapal-kapal komersial serta kapal tanker minyak harus menahan diri untuk tidak bergerak kecuali mereka berkoordinasi dengan Iran.
“Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing, terutama AS yang agresif, akan diserang jika mereka berniat mendekati dan memasuki Selat Hormuz,” tutur Abdollahi.
Setelah pernyataan Ali, beberapa jam kemudian, kantor berita semi-resmi Iran, Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengatakan bahwa ada dua buah rudal yang telah menghantam kapal perang AS di ujung selatan Selat Hormuz. Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh AS yang menyangkal bahwa kapal perang telah terkena serangan.
Sebelumnya, pada hari Minggu (03/05/2026) lalu melalui unggahan di Truth Social, Trump telah mengungkapkan rencananya untuk membantu kapal dan awak yang telah terjebak di jalur perairan vital tersebut. Selain itu, upaya pembebasan ini juga dilakukan kepada kapal-kapal yang telah kehabisan makanan serta perbekalan lainnya selama lebih dari dua bulan sejak konflik dimulai.
“Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” tulis Trump, dikutip dari Canberra Times, Kamis (7/05/2026).
Usai pernyataannya di media sosial Truth Social, Trump kembali menyebutkan bahwa kampanye “Proyek Kebebasan” ini akan dimulai pada hari Senin pagi. Trump menambahkan bahwa perwakilannya sedang berdiskusi dengan Iran untuk menghasilkan keputusan yang positif bagi semua pihak.
Dalam upaya melaksanakan “Proyek Kebebasan” ini, Komando Pusat AS Laksamana Brad Cooper mengatakan akan mendukung upaya tersebut dengan mengerahkan sebanyak 15.000 personel militer AS, beserta lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, hingga kapal perang dan drone.
“Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional dan ekonomi global karena kami juga mempertahankan blokade angkatan laut,” ujar Cooper
Sejak konflik perang antara Iran melawan AS-Israel dimulai, Iran diketahui telah memblokir hampir semua pengiriman dari Teluk selain pengiriman dari negaranya sendiri selama lebih dari dua bulan, yang menyebabkan harga energi melonjak. Setelah penutupan Selat Hormuz yang dilakukan Iran, Organisasi Maritim Internasional menyebut telah ada ratusan kapal dan sebanyak 20.000 pelaut yang tidak bisa melewati Selat Hormuz.
#iran #selat-hormuz #militer-iran #angkatan-laut-as #kapal-komersial #kapal-tanker-minyak #pasukan-bersenjata #kapal-perang-as #rudal-iran #proyek-kebebasan #keamanan-regional #ekonomi-global #konflik