QRIS RI-China Dibidik Masuk WeChat Pay, Usai Masuk Alipay dan UnionPay

QRIS RI-China Dibidik Masuk WeChat Pay, Usai Masuk Alipay dan UnionPay

Saat ini proses integrasi dengan WeChatPay masih dalam tahap eksplorasi karena memerlukan penyesuaian teknologi dan interkoneksi sistem.

(Kompas.com) 07/05/26 09:22 213905

JAKARTA, KOMPAS.com - Implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-China akan diperluas ke platform pembayaran digital lain di China seperti WeChatPay.

Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem mengatakan, saat ini QRIS RI-China yang baru diluncurkan pada 30 April 2026, baru dapat digunakan melalui platform Alipay dan UnionPay.

Kerja sama berpotensi diperluas ke WeChat Pay yang juga merupakan penyedia platform pembayaran besar di China.

"Ke depan kami sudah bicara untuk kemungkinan WeChat Pay dan juga MPC, itu adalah mobile payment juga akan bekerjasama. Jadi mereka sudah membangun satu single QR. Diharapkan nanti semua QR di China akan bisa digunakan," ujarnya saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Saat ini proses integrasi dengan WeChatPay masih dalam tahap eksplorasi karena memerlukan penyesuaian teknologi dan interkoneksi sistem pembayaran antarnegara.

Santoso pun mengaku telah mencoba langsung penggunaan QRIS Antarnegara di China dan menilai implementasinya berjalan cukup baik, meski belum tersebar luas di seluruh merchant.

Dia mengungkapkan, dari sisi Indonesia sebenarnya infrastruktur QRIS Antarnegara sudah siap. Kendala justru berasal dari pihak China yang masih perlu mengintegrasikan berbagai platform pembayaran domestik mereka ke dalam satu standar QR nasional.

"Di mereka yang ada masalah karena baru dua kan. Mereka harus mengintegrasikan, mereka harus merubah menjadi satu platform. Platform ini sebenarnya sudah ada di platform domestik, cuma kita meminta bisa enggak ini juga melayani internasional," ungkapnya.

Dengan QRIS Antarnegara, masyarakat Indonesia dan China dapat bertransaksi langsung menggunakan rupiah dan yuan China, tanpa harus mengkonversikan mata uang ke dollar AS. Transaksi ini menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT) yang telah dikerjasamakan sebelumnya.

"Jadi mereka harus mengintegrasikan tentu ada sedikit adjustment. Tapi yang untuk AliPay dan UnionPay sudah bisa digunakan," ucapnya.

Dia menambahkan, penggunaan QRIS RI-China memiliki potensi besar seiring tingginya mobilitas wisatawan dan aktivitas perdagangan antara Indonesia dan China.

"Total pemain kita kebanyakan mikro dan UMKM kan di Indonesia, sekitar 44-45 jutaan. Kalau di China kita tahu di sana penduduknya besar dan pemainnya juga banyak. Yang kami pernah mendengar itu mereka hampir mendekati ratusan juta sampai ke UMKM-UMKM dan turis itu di sana baik jasa maupun barang juga," kata Santoso.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, perluasan implementasi QRIS RI-China ke platform lain seperti WeChat Pay akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan teknis, operasional, dan pengaturan regulasi masing-masing pihak.

"Paralel dengan perluasan akseptasi ke depan, kami akan terus memprioritaskan penguatan implementasi awal dan akseptasi existing terlebih dahulu," ujar Fili kepada Kompas.com, Rabu (6/5/2026).

Fili menuturkan, BI saat ini masih memprioritaskan penguatan ekosistem sebagai implementasi awal QRIS Antarnegara RI-China, termasuk memperluas merchant acceptance dan meningkatkan edukasi pengguna di kedua negara.

Selain itu, fokus juga diarahkan untuk memastikan transaksi pembayaran lintas negara ini dapat berjalan secara cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Dia menyebut, secara umum, implementasi berjalan dengan baik. Hanya saja masih ada beberapa tantangan yang menjadi perhatian.

Di antaranya, harmonisasi teknis antar sistem pembayaran, penguatan edukasi dan awareness pengguna, perluasan akseptasi merchant, serta alignment dari sisi operasional dan regulatory framework antar pihak di kedua negara.

"Namun demikian, koordinasi antar otoritas dan industri berjalan sangat baik untuk memastikan implementasi yang optimal," kata Fili.

Fili mengungkapkan, selama periode sandbox, implementasi QRIS RI-China mencatat lebih dari 1,6 juta transaksi inbound dengan nilai sekitar Rp 550 miliar. Sementara transaksi outbound tercatat sekitar 8.900 transaksi senilai Rp 6,4 miliar.

Angka tersebut menunjukkan tingginya potensi penggunaan QRIS Antarnegara RI-China ke depan.

Selanjutnya, BI akan terus mendorong perluasan QRIS Antarnegara secara bertahap dengan mempertimbangkan potensi ekonomi dan transaksi, kesiapan infrastruktur dan regulasi, kerja sama antar otoritas, dukungan LCT, serta kesiapan industri dan perlindungan konsumen.

"Saat ini komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan sejumlah negara mitra terus dilakukan dan proses implementasi berada pada tahapan yang berbeda-beda sesuai kesiapan masing-masing pihak," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#jakarta #unionpay #alipay #wechat-pay #qris

https://money.kompas.com/read/2026/05/07/092218626/qris-ri-china-dibidik-masuk-wechat-pay-usai-masuk-alipay-dan-unionpay