Inflasi Kaltim Kendur usai Lebaran, Transportasi Jadi Biang Kerok

Inflasi Kaltim Kendur usai Lebaran, Transportasi Jadi Biang Kerok

Inflasi Kaltim melonggar pada April 2026 pasca Lebaran, dengan transportasi sebagai penyumbang utama inflasi akibat kenaikan tarif dan harga BBM.

(Bisnis.Com) 07/05/26 08:14 213838

Bisnis.com, SAMARINDA — Tekanan inflasiKalimantan Timur (Kaltim) mengalami pelonggaran pada April 2026 seiring meredanya euforia belanja Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan menyatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) provinsi ini tercatat naik 0,11% (month-to-month/mtm), atau turun drastis dibandingkan realisasi Maret 2026 yang mencapai 0,73% (mtm).

Perlambatan laju inflasi bulanan tersebut mendorong inflasi tahunan Kaltim bertengger di level 2,50% (yoy) dengan inflasi tahun berjalan mencapai 1,48% (year-to-date/ytd).

Jajang melanjutkan bahwa kelompok transportasi menjadi penyumbang utama tekanan inflasi April, dipicu oleh penyesuaian tarif pemeliharaan dan servis kendaraan, kenaikan harga bensin, dan lonjakan tarif angkutan udara.

Fenomena ini sejalan dengan kebijakan penyesuaian harga kelompok Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan avtur, ditambah kebutuhan peremajaan armada angkutan pasca-mudik Lebaran yang membebani biaya operasional.

"Normalisasi aktivitas ekonomi pasca HBKN masih menyisakan tekanan pada sektor transportasi, terutama karena mobilitas masyarakat yang belum sepenuhnya turun," kata Jajang dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Tak hanya transportasi, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turut menyumbang nilai inflasi.

Jajang menyebutkan kenaikan harga gas LPG 3 kilogram menjadi sorotan utama, mencerminkan bagaimana penyesuaian harga energi berimbas langsung pada daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Di sisi lain, komponen volatile foods justru mencatatkan deflasi 0,47% (mtm) yang mengindikasikan gejolak harga pangan mulai mereda pasca HBKN.

Dia menambahkan perbaikan pasokan dan normalisasi permintaan menjadi faktor utama di balik pelonggaran tekanan ini.

Deflasi juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya seiring penurunan harga sejumlah komoditas.

Berdasarkan komoditas, tomat, semangka, minyak goreng, pemeliharaan atau servis kendaraan, dan bawang merah menjadi pendorong inflasi April.

Sementara itu, daging ayam ras, cabai rawit, emas perhiasan, ikan layang atau benggol, dan kacang panjang justru menahan laju kenaikan harga.

Jajang menegaskan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim terus memperkuat sinergi melalui strategi 4K, yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.

Hingga April 2026, TPID telah melaksanakan lebih dari 200 kegiatan gerakan pangan murah dan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga.

"Kami terus mendorong penguatan pemantauan stok serta kesiapan pasokan komoditas strategis melalui koordinasi dengan OPD teknis, BUMD pangan, dan pelaku usaha," tambahnya.

Pada aspek kelancaran distribusi, TPID mengawal rantai pasok antarwilayah untuk mengantisipasi disparitas harga, khususnya komoditas pangan segar.

Adapun dia menuturkan koordinasi rutin dan pengembangan sistem early warning MANDAU Kaltim diperkuat guna mempercepat tindak lanjut kebijakan di daerah.

#inflasi-kaltim #inflasi-kalimantan-timur #tekanan-inflasi #transportasi-inflasi #kenaikan-harga-bensin #tarif-angkutan-udara #harga-bbm-nonsubsidi #harga-gas-lpg #deflasi-pangan #harga-tomat #harga-se

https://kalimantan.bisnis.com/read/20260507/408/1971996/inflasi-kaltim-kendur-usai-lebaran-transportasi-jadi-biang-kerok