Ada 60 Titik Perlintasan Kereta Api Tak Berpalang Pintu di Sumbar
Di Sumbar, terdapat 60 perlintasan kereta api tanpa palang pintu. 54 titik dijaga swadaya oleh masyarakat. Dukungan pusat diperlukan untuk keselamatan.
(Bisnis.Com) 06/05/26 20:02 213573
Bisnis.com, PADANG - Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang, Sumatra Barat, mencatat terdapat 60 titik perlintasan sebidang kereta api di wilayah itu yang tidak memiliki palang pintu.
Kepala BTP Kelas II Padang, Hendrialdi mengatakan dari total 60 titik itu, terdapat sebanyak 54 titik di antaranya saat ini dijaga secara swadaya oleh masyarakat dengan total 165 personel, termasuk 20 titik di Kota Padang yang dijaga oleh 63 petugas.
“Keberlanjutan penjagaan perlintasan sebidang merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi. Kami akan mengoptimalkan penempatan petugas agar pengawasan berjalan maksimal,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Dia menyampaikan dari keadaan di lapangan itu, maka perlu untuk memperkuat koordinasi untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.
Hendrialdi berharap ada keberlanjutan penjagaan perlintasan kereta api itu, karena yang terjadi kini tengah berlangsung keterbatasan anggaran daerah.
Kemudian, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir menegaskan bahwa dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat sangat krusial untuk menjaga operasional di lapangan.
“Kami berharap pembiayaan penjagaan perlintasan sebidang tetap diakomodasi oleh DJKA karena perannya sangat vital dalam menjamin keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, dapat mengatasi keterbatasan anggaran daerah itu, sehingga 60 titik perlintasan sebidang tersebut bisa dicarikan solusinya.
Selanjutnya, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menambahkan dari jumlah itu, terdapat 30 titik perlintasan sebidang yang terdata di Kota Pariaman. Kondisi terkini 10 titik telah ada petugas penjagaannya, dengan jumlah petugas sebanyak 30 orang.
“Kami melihat kehadiran mereka sangat bermanfaat sekali oleh masyarakat dan pengendara kendaraan yang melintas, ucap Mulyadi.
Dia menyebutkan bahkan sejak ditempatkannya petugas dalam menjaga perlintasan sebidang tanpa palang pintu sejak awal November 2025 lalu, ternyata mampu mengurai angka kecelakaan kereta api dengan kendaraan di Kota Pariaman bahkan tidak ada terjadi kecelakaan (zero accident).
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Provinsi Sumatra Barat mencatat kasus kecelakaan kereta api di wilayah itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 dengan tahun 2025 dan hal ini menjadi perhatian yang serius bagi KAI.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan sepanjang tahun 2025 kasus kecelakaan kereta api sebanyak 23 kejadian, kemudian tahun 2024 di angka 21 kejadian. Jenis kecelakaan yang terjadi mulai dari tabrakan dengan kendaraan hingga adanya warga atau orang yang menemper kereta api.
“Lokasi kecelakaan kereta api ini sebagian besar di titik perlintasan sebidang tidak resmi, dan upaya kami lakukan itu intensifkan sosialisasi kepada masyarakat, serta turut menutup perlintasan sebidang tidak resmi itu,” katanya, terpisah.
Dia berharap pada tahun 2026 ini kasus kecelakaan kereta api di Sumbar bisa turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena data rekap terbaru periode Januari - Maret 2026 terdapat 3 kejadian yakni kasus orang menemper kereta api.
#perlintasan-kereta-api #kereta-api-sumbar #titik-perlintasan-sebidang #perlintasan-tanpa-palang #keselamatan-kereta-api #kecelakaan-kereta-api #penjagaan-perlintasan-kereta #koordinasi-keselamatan-ker