Purbaya: Ekonomi Indonesia Alami Akselerasi Tapi Tak Disadari Banyak Orang

Purbaya: Ekonomi Indonesia Alami Akselerasi Tapi Tak Disadari Banyak Orang

Purbaya sebut ekonomi Indonesia mengalami akselerasi meski tak disadari oleh banyak orang.

(Kompas.com) 06/05/26 19:27 213556

KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan ekonomi Indonesia mengalami akselerasi.

Tapi, banyak orang tak menyadari hal itu.

"Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi, itu yang tidak disadari banyak orang, sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal," jelas Purbaya dikutip dari Kompas.com, Selasa (5/5/2026).

Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen membuat Purbaya yakin prospek kedepannya baik.

"Jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan. Jadi prospek kita bagus, teman-teman semua enggak usah takut," kata Purbaya.

Selain itu, Presiden Prabowo menyampaikan kepada Purbaya bahwa keuangan negara cukup.

Jadi, publik tidak usah was-was mengenai kondisi keuangan negara.

"Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa, \'uang saya cukup, duitnya banyak, jadi anda enggak usah takut\'," katanya.

Untuk memperkuat nilai tukar rupiah, pemerintah hendak menerbitkan bond (obligasi) ke China dengan bunga yang lebih rendah.

Hasilnya, Indonesia tak bergantung dengan mata uang dollar AS.

"Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan bond dalam Panda Bonds di China dengan bunga yang lebih rendah, sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dollar lagi," jelasnya.

Perekonomian terus tumbuh

Senada dengan Purbaya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan perekonomian nasional terus tumbuh.

Sektor impor-ekspor hingga industri berjalan dengan baik.

"Dari segi ekspor dan impor juga positif. Dari segi lapangan usaha, sektor industri, sektor perdagangan, sektor administrasi pemerintahan, jasa lainnya, dan juga transportasi pergudangan, pertanian dan konstruksi juga berjalan dengan baik," jelas Airlangga, Selasa (5/5/2026).

Stabilitas ekonomi terjaga dengan menunjukan indikator makroekonomi yang baik.

Inflasi berhasil ditekan dan neraca perdagangan mencatatkan surplus.

"Kalau secara indikator makro, ini inflasi juga berhasil ditekan di 2,42 persen, turun dari 3,48 persen di periode yang lalu, di bulan Maret. Kemudian credit growth di 9,49 persen, dana pihak ketiga berarti trust dari masyarakat tinggi 13,55 persen," katanya.

Pemerintah juga berupaya memperkuat nilai tukar rupiah dengan mempererat koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

Regulasi devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) juga segera diberlakukan.

"Jadi revisi perubahan terhadap PP 36 sudah difinalisasikan dan akan diberlakukan per 1 Juni 2026. Jadi perubahan bahwa DHE SDA wajib masuk ke Himbara dan dikonversi ke rupiah maksimum 50 persen, dan juga terkait dengan sektor ekstratif atau oil and gas itu berlaku seperti yang sekarang, yaitu yang berlaku 3 bulan," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#ekonomi-indonesia #menkeu #akselerasi #purbaya

https://money.kompas.com/read/2026/05/06/192750326/purbaya-ekonomi-indonesia-alami-akselerasi-tapi-tak-disadari-banyak-orang