OPEC+ Kembali Tambah Pasokan Minyak Mentah 188.000 bph per Juni 2026

OPEC+ Kembali Tambah Pasokan Minyak Mentah 188.000 bph per Juni 2026

OPEC+ akan meningkatkan produksi minyak sebesar 188.000 bph pada Juni 2026 untuk menjaga pasokan di tengah ketegangan akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz.

(Bisnis.Com) 05/05/26 19:20 212165

Bisnis.com, JAKARTA — Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau disebut OPEC+ menyepakati kenaikan produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari (bph) seiring dengan upaya kelompok itu untuk menjaga pasokan.

Mengutip CNBC International pada Selasa (5/5/2026), kelompok yang terdiri dari tujuh produsen utama itu mengumumkan peningkatan produksi Juni yang sedikit lebih rendah dibandingkan kenaikan pada Mei sebesar 206.000 bph.

Angka yang diumumkan pada Minggu (3/5/2026) lalu tersebut tidak memasukkan porsi produksi Uni Emirat Arab, yang resmi keluar dari OPEC pada 1 Mei.

Adapun tujuh negara yang tergabung dalam kesepakatan tersebut meliputi Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman.

“Dalam komitmen kolektif untuk mendukung stabilitas pasar minyak, tujuh negara peserta memutuskan untuk menerapkan penyesuaian produksi sebesar 188.000 barel per hari dari tambahan penyesuaian sukarela yang diumumkan pada April 2023,” tulis OPEC dalam pernyataannya.

Pasokan minyak global tertekan sejak perang Iran pecah pada 28 Februari, di tengah tertutupnya secara efektif Selat Hormuz—jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dan gas dunia.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Exxon Mobil Darren Woods menyebut harga minyak dunia disebut masih berpotensi melonjak karena pasar belum sepenuhnya menghitung dampak penutupan Selat Hormuz akibat perang Iran.

Woods mengatakan gangguan pasokan sejauh ini masih tertahan oleh banyaknya kapal tanker bermuatan minyak yang sudah lebih dulu berlayar selama bulan pertama konflik. Selain itu, cadangan minyak strategis juga telah dilepas dan persediaan komersial dikurangi.

Namun, menurutnya, salah satu sumber pasokan darurat tersebut pada akhirnya akan habis jika konflik berlanjut. Kondisi itu berpotensi mendorong harga minyak lebih tinggi apabila Selat Hormuz tetap ditutup.

“Jelas bagi banyak pihak bahwa jika melihat gangguan pasokan minyak dan gas alam dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya, pasar belum melihat dampak penuhnya,” ujar Woods.

Dia menambahkan, tekanan lebih besar masih akan muncul jika jalur pelayaran strategis tersebut belum dibuka kembali.

#opec #pasokan-minyak #produksi-minyak #opec-produksi #minyak-mentah #kenaikan-produksi #pasar-minyak #harga-minyak #selat-hormuz #perang-iran #exxon-mobil #cadangan-minyak #distribusi-minyak #stabil

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260505/44/1971544/opec-kembali-tambah-pasokan-minyak-mentah-188000-bph-per-juni-2026