Saham BBRI, DEWA, dan BBNI Bawa Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat

Saham BBRI, DEWA, dan BBNI Bawa Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat

Indeks Bisnis-27 naik 0,08% ke 466,38 pada 5 Mei 2026, dipimpin saham BBRI, DEWA, dan BBNI. PDB Indonesia Q1/2026 tumbuh 5,61% YoY, meski kontraksi 0,77% QoQ.

(Bisnis.Com) 05/05/26 16:25 211945

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup di zona hijau pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026), seiring rilis data PDB Indonesia pada kuartal I/2026. Saham BBRI, DEWA, dan BBNI memimpin laju penguatan.

Berdasarkan data IDX Mobile, Indeks kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini ditutup menguat 0,38 poin atau sebesar 0,08% ke level 466,38 pada penutupan perdagangan. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 462,36 hingga 471,96.

Dari sisi likuiditas, total nilai transaksi pada saham-saham yang tergabung dalam Indeks Bisnis-27 mencapai Rp5,997 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 3,91 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 379,6 ribu kali.

Sebanyak 8 saham konstituen bergerak menghijau, 15 saham konstituen memerah, dan sisanya 4 saham cenderung stagnan.

Penguatan indeks didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 3,62% ke level Rp3.150, disusul saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 3,24% ke level Rp510, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 2,08% ke level Rp3.920.

Selanjutnya saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 1,58% ke level Rp4.490, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) menguat 1,05% ke level Rp1.440.

Sebaliknya saham yang masih mengalami tekanan adalah saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang turun 13,09% ke level Rp5.975, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBBA) turun 8,89% ke level Rp615, selanjutnya saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) juga turun 6,18% ke level Rp1.215.

Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) juga melemah 4,36% ke level Rp9.325, disusul saham PT Astra International Tbk. (ASII) turun 3,29% ke level Rp5.875.

Tim riset Phintraco Sekuritas melaporkan kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I/2026 menunjukkan dinamika yang kontras. Di satu sisi, pertumbuhan tahunan masih solid, namun di sisi lain aktivitas ekonomi mengalami kontraksi secara kuartalan.

Berdasarkan data terbaru, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I/2026 tercatat tumbuh 5,61% secara tahunan (year-on-year/YoY), meningkat dibandingkan capaian 5,39% YoY pada kuartal IV/2025. Capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik di tengah berbagai tantangan global.

Namun demikian, secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ), ekonomi justru terkontraksi sebesar 0,77% pada kuartal I-2026, berbalik arah dari pertumbuhan 0,86% QoQ pada kuartal sebelumnya. Pelemahan ini mengindikasikan adanya perlambatan aktivitas ekonomi setelah periode akhir tahun yang biasanya lebih ekspansif

Secara nominal, nilai PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal I/2026 mencapai Rp6.187,2 triliun.

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini ditopang oleh sejumlah sektor utama, yakni industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi. Keempat sektor tersebut tetap menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi nasional.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan, diikuti oleh pembentukan modal tetap bruto (PMTB) serta konsumsi pemerintah.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#bbri-saham #dewa-saham #bbni-saham #indeks-bisnis-27 #saham-menguat #perdagangan-saham #likuiditas-saham #kapitalisasi-besar #pdb-indonesia #pertumbuhan-ekonomi #saham-bbri #saham-dewa #saham-bbni #sa

https://market.bisnis.com/read/20260505/7/1971512/saham-bbri-dewa-dan-bbni-bawa-indeks-bisnis-27-ditutup-menguat