Jateng Perkuat Jaring Pengaman Sosial Buruh demi Stabilitas Manufaktur

Jateng Perkuat Jaring Pengaman Sosial Buruh demi Stabilitas Manufaktur

Pemerintah Jawa Tengah meresmikan daycare di Ungaran untuk mendukung buruh dan stabilitas manufaktur, serta memperkuat koperasi karyawan demi ketahanan pangan.

(Bisnis.Com) 01/05/26 14:41 208608

Bisnis.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat infrastruktur pendukung tenaga kerja dengan meresmikan fasilitas tempat penitipan dan pengasuhan anak (daycare). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi daerah untuk menjaga stabilitas manufaktur melalui penguatan jaring pengaman sosial bagi para buruh.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan Daycare Tripartit Berdikari di kawasan Rusunawa Gedanganak, Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Jumat (1/5/2026). Peresmian ini dilakukan tepat pada Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), yang secara simbolis menegaskan komitmen pemerintah dalam menjawab tantangan yang dihadapi oleh pekerja sektor formal, khususnya terkait beban pengasuhan anak.

Dalam tinjauan langsung ke fasilitas tersebut, Luthfi menyatakan bahwa penyediaan daycare merupakan solusi konkret untuk meningkatkan konsentrasi dan efisiensi kerja. Dengan adanya pola asuh yang terjamin di lingkungan kerja atau hunian pekerja, potensi penurunan produktivitas akibat distraksi urusan domestik dapat diminimalisir secara signifikan.

"Hari ini daycare dibangun dan diresmikan di daerah Ungaran. Ada beberapa daerah yang sudah juga seperti di Batang dan lainnya, agar tenaga kerja atau buruh kita maksimal, anak-anak bisa dititipkan di sini untuk mendapatkan pola asuh dan asih," ujar Luthfi.

Gubernur juga memberikan instruksi tegas kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah untuk segera melakukan pemetaan kebutuhan dan melakukan replikasi model daycare ini di seluruh wilayah di Jawa Tengah. Kebijakan ini dipandang sebagai bentuk intervensi pemerintah yang efektif dalam mengurangi beban ekonomi tidak langsung yang harus ditanggung oleh buruh.

Selain fokus pada aspek pengasuhan anak, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memperluas cakupan kolaborasi dengan sektor industri melalui pengembangan koperasi karyawan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 537 koperasi karyawan telah beroperasi di berbagai daerah di Jawa Tengah. Koperasi tersebut berfungsi sebagai penyangga ketahanan pangan pekerja melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga produsen.

"Barang yang dijual merupakan kebutuhan pokok karyawan, harganya dari produsen langsung. Misal beras dan cabai langsung dari petani, minyak goreng langsung dari Bulog," kata Luthfi. Integrasi vertikal antara produsen dengan koperasi ini bertujuan untuk menjamin keterjangkauan daya beli karyawan dan memastikan distribusi bahan pangan tepat sasaran.

Ketua Yayasan Anugerah Tripartit Serasi, Sakun Adi Wiratmoko, menjelaskan bahwa Daycare Tripartit Berdikari memiliki kapasitas tampung untuk 15 anak dengan rasio pendampingan yang ideal. Setiap harinya, anak-anak akan dikelola oleh tenaga profesional yang terdiri dari satu guru PAUD, satu guru pendamping, dan satu guru pendamping muda.

"Operasionalnya setiap hari Senin-Sabtu, pukul 06.30-17.00 WIB. Ke depan kami akan menyesuaikan dengan kebutuhan dari rekan-rekan pekerja atau buruh, karena tujuan daycare ini untuk membantu persoalan waktu asuh dan pola asuh bagi anak-anak dari pekerja," tutur Sakun.

Program ini melengkapi rangkaian insentif yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk subsidi transportasi bagi buruh yang telah berjalan sejak tahun lalu serta program perumahan bagi pekerja berpenghasilan rendah. Secara akumulatif, kebijakan-kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang lebih humanis dan berdaya saing tinggi.

#daycare-jawa-tengah #jaring-pengaman-sosial #stabilitas-manufaktur #fasilitas-penitipan-anak #pengasuhan-anak-buruh #gubernur-ahmad-luthfi #hari-buruh-internasional #produktivitas-buruh #koperasi-kary

https://semarang.bisnis.com/read/20260501/535/1970662/jateng-perkuat-jaring-pengaman-sosial-buruh-demi-stabilitas-manufaktur