Art Jakarta Gardens 2026 Kembali Digelar, Jadi Platform Kolaborasi Seniman dan Pasar Seni

Art Jakarta Gardens 2026 Kembali Digelar, Jadi Platform Kolaborasi Seniman dan Pasar Seni

Art Jakarta Gardens 2026 digelar 5-10 Mei di Hutan Kota by Plataran, jadi platform kolaborasi seniman dan galeri, menarik kolektor baru dan galeri internasional.

(Bisnis.Com) 24/04/26 04:30 201195

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa seni Art Jakarta Gardens 2026 bakal kembali digelar pada 5-10 Mei 2026. Berlokasi di Hutan Kota by Plataran, ajang ini menghadirkan pengalaman menikmati karya seni di tengah lanskap hijau kota.

Sejak pertama kali digagas pada masa pandemi Art Jakarta Gardens terus berkembang melampaui fungsi pameran konvensional. Kini, ia berperan sebagai platform yang mempertemukan galeri, seniman, kolektor, dan publik dalam satu ekosistem.

Artistic Director Enin Supriyanto menegaskan bahwa peran utama acara ini bukan sebagai institusi koleksi.

“Kami hanya menyediakan platform bagi galeri dan seniman untuk bertemu dengan publik,” ujarnya sat konferensi pers di Jakarta, Kamis, (23/4/2026).

Menurutnya, fungsi tersebut justru krusial dalam konteks ekosistem seni Indonesia yang masih berkembang. Melalui kehadiran galeri, publik dapat mengakses karya internasional yang biasanya hanya hadir di museum atau galeri luar negeri. Di saat yang sama, peluang kolaborasi lintas negara pun terbuka.

Tahun ini, sebanyak 26 galeri berpartisipasi, meningkat dari edisi sebelumnya. Kehadiran galeri dari dalam dan luar negeri mencerminkan kepercayaan terhadap pasar seni Indonesia. Mereka tidak hanya membawa karya, tetapi juga menjajaki potensi seniman lokal untuk pasar global.

Enin menilai galeri memiliki peran penting sebagai pembaca tren. Dia menyebut galeri itu seperti seismograf yang menangkap perubahan paling kecil dalam praktik seni.

Dari sisi presentasi, karya patung dan instalasi luar ruang kembali menjadi sorotan. Tahun ini tercatat sekitar 29 seniman dengan lebih dari 30 karya patung yang dihadirkan. Medium ini dinilai penting untuk terus didorong meski memiliki tantangan logistik.

Menariknya, kehadiran karya patung juga berdampak pada pasar. Dari pengalaman sebelumnya, sejumlah seniman mendapatkan komisi setelah tampil di ajang ini. Hal ini menunjukkan bahwa art fair tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga distribusi karya.

Selain itu, Art Jakarta Gardens turut berkontribusi dalam menciptakan kolektor baru. Enin mengungkapkan bahwa audiens yang datang didominasi generasi muda yang sebelumnya tidak tercatat sebagai kolektor.

“Orang-orang baru ini muncul karena suasananya lebih santai dan tidak mengintimidasi,” katanya. Format ruang terbuka dinilai juga membuat karya seni terasa lebih dekat dan mudah diakses.

Pendekatan ini diperkuat dengan hadirnya program lintas disiplin seperti musik dan performans. Program tersebut dirancang sebagai bagian dari pengalaman, bukan sekadar pelengkap.

#art-jakarta #art-jakarta-gardens #art-jakarta-gardens-2026 #bursa-seni #hutan-kota-by-plataran #platform-kolaborasi #galeri-seni #seniman-indonesia #pasar-seni-indonesia #karya-patung #instalasi-luar

https://www.bisnis.com/read/20260424/638/1968961/art-jakarta-gardens-2026-kembali-digelar-jadi-platform-kolaborasi-seniman-dan-pasar-seni