Instalasi Pembangkit Bertenaga Angin Cetak Rekor pada 2025
Pada 2025, tambahan kapasitas energi angin global mencapai rekor 165 GW, naik 40% secara tahunan. China dan India memimpin ekspansi di Asia.
(Bisnis.Com) 21/04/26 20:00 198343
Bisnis.com, JAKARTA — Instalasi pembangkit bertenaga angin mencetak rekor dengan kapasitas baru mencapai 165 gigawatt (GW) pada 2025, naik 40% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Laporan terbaru Global Wind Energy Council (GWEC) bertajuk Global Wind Report 2026 memperlihatkan resiliensi industri energi angin yang kuat, seiring dengan laju pertumbuhan yang tetap tinggi.
Secara kumulatif, kapasitas pembangkit angin mencapai 1.299 GW pada akhir 2025 dan sumber listrik hijau ini telah diadopsi di 138 negara.
Pasar Asia yang dipimpin China dan India mendominasi tambahan kapasitas baru pembangkit angin, dengan kontribusi mencapai 80% yang setara dengan 131 GW. Sementara itu, Eropa, Amerika Serikat, Afrika dan Timur Tengah justru memperlihatkan realisasi tambahan kapasitas yang berada di bawah ekspektasi.
“Ketika lesatan harga minyak dan gas kembali memicu efek kejut ke pasokan energi dan ekonomi global, sektor angin memperlihatkan kemampuan untuk tumbuh dengan kecepatan tinggi,” kata CEO GWEC, Ben Backwell, dikutip dari siaran pers, Selasa (21/4/2026).
Laporan GWEC memperlihatkan China dan India sebagai pasar terbesar pembangkit angin di Asia secara bersama menambah kapasitas sebesar 126 GW pada 2025. China menjadi kontributor terbesar dengan kapasitas lebih dari 120 GW, sementara India berhasil menggandakan instalasi tahunan dengan tambahan 6,3 GW tahun lalu.
Adapun total kapasitas terpasang pembangkit angin di Eropa melampaui 300 GW di pengujung 2025. Sepanjang Januari–Desember tahun lalu, benua ini menambah 19,1 GW pembangkit bertenaga bayu, naik 16% daripada tahun sebelumnya dan didukung oleh pertumbuhan di Turki dan Jerman.
Di Amerika Serikat, total instalasi pembangkit angin darat atau onshore naik hampir 7 GW. Capaian ini memperlihatkan resiliensi industri tersebut yang ditopang fundamental ekonomi kuat.
Meski demikian, Backwell memberi catatan bahwa pertumbuhan pembangkit angin global masih timpang dan jauh dari target peningkatan kapasitas energi terbarukan sebesar tiga kali lipat pada 2030.
Dia menyoroti birokrasi yang berbelit-belit dan lambatnya implementasi jaringan listrik yang justru menghambat pembangunan proyek-proyek penting yang sangat dibutuhkan di banyak wilayah.
“Namun, dengan bertindak tegas untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, para pembuat kebijakan dapat dengan cepat mengakses sejumlah besar proyek yang siap untuk diinvestasikan,” katanya.
#energi-angin #kapasitas-energi-angin #pembangkit-angin #kapasitas-baru-angin #global-wind-energy-council #laporan-global-wind-report #kapasitas-pembangkit-angin #pasar-energi-angin-asia #tambahan-kapa