Bank Permata (BNLI) Bukukan Laba Rp2,88 Triliun pada Kuartal III/2025
Bank Permata mencatat laba bersih Rp2,88 triliun pada kuartal III/2025, naik 3,49% YoY.
(Bisnis.Com) 29/10/25 11:51 19827
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Permata Tbk. (BNLI) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp2,88 triliun pada kuartal III/2025. Raihan laba tersebut meningkat 3,49% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp2,78 triliun pada kuartal III/2024.
Dalam laporan triwulanan yang dipublikasikan, Bank Permata mencatatkan penurunan pendapatan bunga bersih. Hingga September 2025, pendapatan bunga bersih perseroan menyusut 0,45% YoY menjadi Rp7,57 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,60 triliun.
Pendapatan bunga bersih pada kuartal III/2025 ditopang oleh pendapatan bunga sebesar Rp12,84 triliun, tumbuh 0,74% YoY dari kuartal III/2024 Rp12,75 triliun. Beban bunga perseroan tercatat tumbuh 2,50% YoY menjadi Rp5,27 triliun, dari sebelumnya Rp5,14 triliun.
Anak perusahaan Bangkok Bank itu mencatatkan penurunan beban operasional lainnya sebesar 3,93% YoY menjadi Rp3,86 triliun. Pada kuartal III/2024, beban operasional lainnya tercatat mencapai Rp4,01 triliun.
Menyusutnya beban operasional non bunga salah satunya disebabkan oleh komponen beban promosi yang turun 55,15% YoY menjadi Rp53,40 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp119,07 miliar.
Sementara itu, komponen lainnya tercatat meningkat. Bank Permata mencatat, beban tenaga kerja naik 7,06% YoY menjadi Rp2,47 triliun, beban lainnya naik tipis 0,51% YoY menjadi Rp1,99 triliun, serta kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) naik 9,05% YoY menjadi Rp1,30 triliun pada kuartal III/2025.
Kemudian, laba operasional Bank Permata mencapai Rp3,711 triliun, tumbuh 3,46% YoY dibanding kuartal III/2024 sebesar Rp3,58 triliun. Laba non operasional tercatat menyusut 41,59% YoY, dari Rp12,01 miliar menjadi Rp7,01 miliar.
Bank Permata membukukan laba tahun berjalan sebelum pajak sebesar Rp3,71 triliun pada kuartal III/2025. Angka itu tumbuh 3,31% YoY dibanding periode yang sama tahun lalu Rp3,59 triliun.
Dari sisi intermediasi, bank dengan kode emiten BNLI itu membukukan pertumbuhan kredit 7,17% YoY menjadi Rp134,71 triliun. Pada kuartal III/2024, penyaluran kredit Bank Permata mencapai Rp125,69 triliun.
Dari sisi penghimpunan dana, Bank Permata tercatat telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp195,87 triliun, tumbuh 6,87% YoY dari kuartal III/2024 Rp183,28 triliun. Simpanan deposito mencapai Rp77,37 triliun, turun 5,96% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp82,27 triliun.
Sebaliknya, simpanan giro dan tabungan meningkat. Pada kuartal III/2025, Bank Permata membukukan simpanan giro sebesar Rp71,08 triliun atau tumbuh 22,35% YoY dan tabungan Rp47,41 triliun atau meningkat 10,53% YoY dibanding periode yang sama tahun lalu.
Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Bank Permata meningkat dari 33,15% menjadi 34,96% hingga September 2025. NPL gross tercatat meningkat 2,14% dari periode yang sama tahun lalu 2,05% dan NPL net turun menjadi 0,35% dari 0,36%.
Adapun, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) tercatat menyusut menjadi 4,10% pada kuartal III/2025, dari periode yang sama tahun lalu 4,35%, sedangkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun menjadi 75,20% dari kuartal III/2024 sebesar 75,26%.
#bank-permata #bnli #laba-bersih #kuartal-iii-2025 #pendapatan-bunga #beban-bunga #beban-operasional #promosi-turun #beban-tenaga-kerja #impairment-aset #laba-operasional #pertumbuhan-kredit #dana-piha