Paviliun Raden Saleh Resmi Beroperasi, Integrasikan Hotel dan Ruang Seni
Paviliun Raden Saleh di Taman Ismail Marzuki kini beroperasi, mengintegrasikan hotel dan ruang seni untuk mendukung pelaku seni dengan konsep artistic hospitality.
(Bisnis.Com) 21/04/26 18:28 198228
Bisnis.com, JAKARTA — Kebutuhan fasilitas akomodasi bagi pelaku seni di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) yang lama tak terpenuhi mendorong integrasi fungsi hotel dengan ruang seni melalui kehadiran Paviliun Raden Saleh.
Artotel Group bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) meresmikan operasional fasilitas tersebut melalui pameran arsip bertajuk “Raden Saleh & Cikini, Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan”.
Pameran yang berlangsung di Selasar Nashar, lantai 8 Paviliun Raden Saleh itu menampilkan arsip sejarah kawasan Cikini dan TIM, sekaligus menegaskan kembali posisi kawasan tersebut sebagai pusat kebudayaan.
Kegiatan ini dibuka untuk publik mulai 21 April hingga 21 Mei 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional Paviliun Raden Saleh.
Chief Operating Officer Artotel Group Eduard Rudolf Pangkerego mengatakan fasilitas ini dirancang tidak hanya sebagai hotel, tetapi juga ruang interaksi antara seni dan masyarakat.
“Kehadiran Paviliun Raden Saleh juga menjadi platform yang menghidupkan kembali dialog antara seni dan masyarakat. Pameran ini menjadi langkah awal kami untuk menghadirkan program-program budaya yang relevan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dia menambahkan, konsep artistic hospitality menjadi pendekatan utama dalam menghadirkan pengalaman menginap yang terintegrasi dengan aktivitas seni.
Kolaborasi dengan Dewan Kesenian Jakarta dinilai memperkuat ekosistem seni di kawasan TIM, seiring upaya menghidupkan kembali fungsi ruang budaya yang sempat berkurang.
Ketua Dewan Kesenian Jakarta Bambang Prihadi menilai kehadiran fasilitas ini menjawab kebutuhan mendesak akan penginapan bagi pelaku seni, khususnya dari luar daerah.
“Kebutuhan atas tempat penginapan yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki cukup mendesak. Setelah lebih dari 30 tahun, TIM kehilangan wisma seni yang mendukung kebutuhan pelaku seni khususnya yang berasal dari luar kota Jakarta,” ujarnya.
Dia menegaskan, Paviliun Raden Saleh tidak hanya berfungsi sebagai akomodasi, tetapi juga sebagai ruang pertemuan gagasan lintas disiplin seni yang terhubung dengan program budaya di TIM.
Pada masa pembukaan, pengelola menawarkan tarif kamar mulai dari Rp630.000 per malam untuk menarik minat masyarakat mengakses pengalaman menginap sekaligus aktivitas seni di kawasan tersebut.
#paviliun-raden-saleh #hotel-dan-ruang-seni #taman-ismail-marzuki #artotel-group #dewan-kesenian-jakarta #pameran-seni-cikini #pusat-kebudayaan-jakarta #artistic-hospitality #ekosistem-seni-tim #pengin