Stok Beras Melimpah, Stafsus Mentan: Kita Kesulitan Menyimpan...
Stok beras RI melimpah hingga gudang kesulitan, mencapai hampir 5 juta ton. Pemerintah fokus mencari pasar ekspor setelah sukses swasembada.
(Kompas.com) 20/04/26 19:40 197111
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menyebut, stok beras saat ini begitu banyak sehingga kesulitan menyediakan gudang penyimpanan.
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pemerintah Sam Herodian, mengatakan saat ini perdebatan mengenai swasembada beras sebenarnya sudah terlambat.
Tantangan yang pemerintah hadapi kini tidak lagi ketersediaan bahan pangan utama melainkan fasilitas pascaproduksi.
“Ini justru kalau sekarang bukan masalah kekurangan pangannya, justru kita kesulitan bagaimana menyimpan beras,” ujar Sam dalam diskusi yang digelar Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Sam mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir ia pergi ke luar negeri untuk mencari pasar beras.
Stok beras yang sudah meluap di gudang-gudang PT Perum Bulog membuat pemerintah harus mencari negara tujuan ekspor.
“Karena hari-hari saya jalan-jalan ke luar negeri untuk mencari pasar beras. Jadi bukan cuma cukup enggak sih, ada enggak sih barangnya,” jelas Sam.
Sam mengatakan, per 18 April 2026 stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai 4,91 juta ton.
Kementerian Pertanian memperkirakan, dalam dua hari ke depan stok CBP di gudang Bulog mencapai 5 juta ton. “Kita akan semacam syukuran lima juta ton, apa namanya, stok kita,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Sam menjawab pertanyaan sejumlah pihak yang meragukan capaian produksi beras nasional.
Pada 2025, produksi beras nasional mencapai 34,7 juta ton sementara kebutuhan konsumsi hanya 31 juta ton.
Badan Pusat Statistik (BPS), Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), hingga Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menyatakan produksi beras surplus sekitar 3,7 juta ton. “Nah ini kan bukan data main-main yang, dan itu kita buktikan dengan data di lapangan,” tutur Sam.
Capaian produksi beras itu, ditopang luasan lahan panen 11,32 juta hektar per tahun.
Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan bahwa luas lahan sawah hanya 7,3 juta hektar sehingga produksi beras tidak bisa bertambah.
Menurut Sam, banyak bidang lahan sawah di Indonesia bisa ditanami dan panen setahun tiga kali atau dua kali.
Hal itu membuat luasan lahan panen per tahun bisa mencapai 11,32 juta dollar AS. “Jadi bapak-ibu sekalian, kalau kita punya sawah 7,3 juta hektar itu bukan berarti kita akan panen segitu juga. Karena kita setahun bisa tiga kali tanam,” tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#swasembada-beras #ekspor-beras #stok-beras-melimpah #gudang-penyimpanan