Laba Sejumlah Bank Tertekan pada Kuartal III/2025, Inikah Biang Keladinya?
Laba sejumlah bank mengalami tekanan pada kuartal III/2025. Begini penjelasan pakar.
(Bisnis.Com) 29/10/25 09:18 19586
Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah bank telah merilis kinerja keuangan pada kuartal III/2025. Beberapa di antaranya mencatatkan penurunan laba bersih tahun berjalan tetapi ada pula yang melaporkan pertumbuhan.
Dari beberapa bank yang telah mengumumkan kinerja laba, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) mencatatkan penurunan laba hingga September 2025.
Perinciannya, laba bersih BMRI mencapai Rp37,7 triliun pada kuartal III/2025, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp42,01 triliun. Kemudian, BBNI membukukan laba bersih sebesar Rp15,12 triliun, dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp16,42 triliun.
Adapun, PNBN membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,11 triliun, turun 3,14% dibandingkan Rp2,18 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menyampaikan penurunan kinerja tersebut lebih disebabkan oleh peningkatan beban operasional bank.
“Kalau saya melihat penurunan kinerja lebih disebabkan karena peningkatan beban operasional bank,” kata Trioksa kepada Bisnis, Selasa (28/10/2025).
Trioksa mengungkap bahwa terlihat adanya peningkatan biaya pegawai, biaya promosi, dan biaya lainnya dalam laporan keuangan kuartal III/2025. “Seperti Bank Mandiri, terlihat adanya peningkatan biaya pegawai, biaya promosi, dan biaya lainnya,” ujarnya.
Berdasarkan laporan keuangan triwulanan yang dipublikasikan, BMRI mencatatkan beban operasional selain bunga bersih secara konsolidasian sebesar Rp27,12 triliun pada kuartal III/2025. Angka itu meningkat 46,00% secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp18,57 triliun.
Kondisi serupa juga dialami oleh BBNI. Bank berlogo 46 itu mencatatkan peningkatan beban operasional selain bunga bersih sebesar 4,90% YoY menjadi Rp11,28 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, beban operasional selain bunga bersih tercatat sebesar Rp10,75 triliun.
Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) BBNI juga tercatat naik 7,46% YoY menjadi Rp5,55 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, impairment tercatat sebesar Rp5,16 triliun.
Berbeda dengan BMRI dan BBNI, beban operasional selain bunga bersih PNBN justru menyusut pada kuartal III/2025. Meski tak signifikan, beban operasional nonbunga Bank Panin mencapai Rp3,727 triliun, turun 0,05% YoY dari sebelumnya Rp3,729 triliun.
Penurunan beban operasional nonbunga itu salah satunya disebabkan oleh menurunnya beban promosi sebesar 53,36% YoY menjadi Rp24,87 miliar pada kuartal III/2025. Beban tenaga kerja juga tercatat turun 2,50% YoY menjadi Rp1,90 triliun dan beban lainnya turun 3,67% YoY menjadi Rp2,35 triliun.
Sementara itu, impairment Bank Panin tumbuh 35,12% YoY menjadi Rp1,22 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, PNBN mencatatkan impairment sebesar Rp902,98 miliar. Presiden Direktur PaninBank Herwidayatmo pun menjelaskan alasan laba bersih pada kuartal III/2025 terkoreksi.
"Laba bersih terkoreksi karena pada tahun 2025 sebab PaninBank meningkatkan pencadangan untuk mengantisipasi penurunan kualitas portfolio kredit dengan membukukan biaya cadangan sebesar Rp1,22 triliun, atau naik 35,12% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 2024," kata Herwidayatmo dalam keterangan tertulis, Senin (27/10/2025).
#bank-laba #kuartal-iii-2025 #penurunan-laba-bank #bank-mandiri-laba #bni-laba #paninbank-laba #beban-operasional-bank #biaya-pegawai-bank #biaya-promosi-bank #impairment-aset-bank #laporan-keuangan-ba