Ulah Trump, Partai Republik Terancam Kehilangan Suara di Pemilu Kongres

Ulah Trump, Partai Republik Terancam Kehilangan Suara di Pemilu Kongres

Serangan Trump terhadap Paus Leo XIV dapat mengancam dukungan pemilih Katolik untuk Partai Republik di pemilu Kongres, memicu kekhawatiran internal partai.

(Bisnis.Com) 16/04/26 05:00 192737

Bisnis.com, BANDA ACEH — Serangan Presiden Donald Trump terhadap Paus Leo XIV dinilai berpotensi menjadi bumerang politik bagi Partai Republik karena dapat menggerus dukungan pemilih Katolik dalam pemilu Kongres mendatang.

Ketegangan antara Trump dan Vatikan memicu kekhawatiran di internal Partai Republik yang selama ini mengandalkan suara umat Katolik untuk mempertahankan kekuasaan di Kongres. Situasi ini dinilai semakin kompleks karena terjadi di tengah isu ekonomi yang buruk selama pemerintahan Trump.

Senator Mike Rounds menilai bahwa perilaku Trump sudah melewati batas. “Saya pikir, secara pribadi, pendekatan presiden yang menyerang langsung Paus itu tidak tepat,” dikutip The Hill, Kamis (16/4/2026).

Serangan Trump terhadap Paus menuai kritik luas dari kalangan gereja. Sejumlah tokoh Katolik menyebut sikap tersebut sebagai tindakan tidak menghormati, menyinggung, dan tidak dewasa.

Menurut laporan Democrata, konflik ini menjadi tantangan baru bagi Partai Republik dalam menjaga basis pemilih Katolik yang selama ini bersifat dinamis dan sulit diprediksi. Meski pada Pemilu 2024 Trump berhasil meraih 55% suara Katolik dibandingkan 43% untuk kandidat Demokrat, dukungan tersebut dinilai tidak sepenuhnya solid dan bisa berubah jika ketegangan dengan Vatikan terus berlanjut.

Ketegangan ini semakin tajam setelah Paus Leo XIV mengkritik keras retorika perang Trump terhadap Iran, bahkan menyebut ancaman penghancuran “seluruh peradaban” sebagai sesuatu yang benar-benar tidak dapat diterima.

Dalam waktu yang sama, hubungan antara Washington dan Vatikan juga dilaporkan semakin renggang, termasuk isu pertemuan tertutup antara perwakilan Vatikan dan Pentagon yang memicu spekulasi, meski dibantah oleh Departemen Pertahanan AS.

Data terbaru menunjukkan tren penurunan dukungan terhadap Trump di kalangan Katolik. Survei yang dikutip Democrata mencatat tingkat persetujuan terhadap Trump turun menjadi 48%, sementara 52% responden menyatakan tidak setuju, berbalik dari kondisi sebelumnya.

Perubahan kecil ini dinilai signifikan karena dapat memengaruhi hasil pemilu di wilayah-wilayah kunci dengan populasi Katolik besar, seperti Pennsylvania, Michigan, Wisconsin, hingga Texas, serta negara bagian penting lainnya dalam pemilihan Senat.

Sementara itu, The Hill melaporkan bahwa sejumlah politisi Partai Republik mulai khawatir terhadap dampak retorika Trump yang dinilai terlalu ekstrem, termasuk serangannya terhadap Paus.

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune bahkan secara terbuka menyarankan agar Trump tidak menyerang Gereja. “Saya akan membiarkan gereja tetap sendiri,” ujarnya.

Senator Kevin Cramer juga menyuarakan hal serupa. “Saya pikir Paus dan presiden seharusnya tetap pada jalur masing-masing, itu lebih baik bagi kita semua,” katanya.

Konflik antara Trump dan Vatikan tidak lagi sekadar persoalan diplomatik, tetapi telah berkembang menjadi isu politik domestik yang berpotensi memengaruhi peta kekuatan Partai Republik dalam pemilu Kongres mendatang.

#trump #partai-republik #pemilu-kongres #suara-katolik #trump-paus #ketegangan-vatikan #dukungan-pemilih #isu-ekonomi-trump #kritik-gereja #konflik-trump-vatikan #basis-pemilih-katolik #retorika-trump #n-a

https://kabar24.bisnis.com/read/20260416/19/1966987/ulah-trump-partai-republik-terancam-kehilangan-suara-di-pemilu-kongres