Krisis BBM Filipina: Petani Ogah Angkut Hasil Panen, Dibiarkan Busuk
Petani Filipina membiarkan hasil panen busuk akibat biaya BBM tinggi. Harga jual rendah tak sebanding biaya angkut.
(Bisnis.Com) 08/04/26 22:30 185728
Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah petani di Filipina memilih menghentikan aktivitas panen dan membiarkan hasil pertanian mereka membusuk di lahan, seiring lonjakan biaya bahan bakar yang tidak sebanding dengan harga jual di tingkat petani.
Dilansir ABS-CBN, Pejabat Terminal Pertanian Filipina Nueva Vizcaya, Julio Basilan, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh rendahnya harga komoditas hortikultura di pasar grosir.
Harga kubis (wombok) tercatat hanya berkisar 5–9 peso per kilogram (sekitar US$0,09–US$0,16), sementara tomat berada di level 10–15 peso per kilogram (sekitar US$0,18–US$0,27).
Di sisi lain, beberapa komoditas seperti jahe dan wortel justru mengalami kenaikan harga. Jahe dijual pada kisaran 85–90 peso per kilogram (sekitar US$1,53–US$1,62), sedangkan wortel berada di rentang 80–85 peso per kilogram (sekitar US$1,44–US$1,53).
Namun demikian, Basilan menilai tingginya biaya distribusi akibat mahalnya bahan bakar membuat petani tetap merugi. Kondisi ini diperparah oleh sikap pembeli yang semakin selektif, terutama terhadap kualitas dan ukuran hasil panen.
“Sebagian petani memilih tidak memanen karena biaya angkut lebih tinggi dibanding potensi pendapatan. Jika dipaksakan panen, kerugian bisa berlipat,” ujarnya, dikutip Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, sejumlah petani tomat masih berharap permintaan akan meningkat pada pekan ketiga April, seiring masuknya pembeli dalam jumlah besar dari berbagai wilayah seperti Nueva Ecija, Laguna, dan Ilocos.
Sementara itu, pemerintah Filipina melalui Departemen Pertanian tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk meredam dampak lonjakan harga energi, termasuk pemberian subsidi input pertanian dan dukungan logistik untuk distribusi hasil panen.
Asisten Sekretaris Departemen Pertanian, Genevieve Guevarra, menyatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk di wilayah Cordillera, untuk menyediakan truk angkutan serta menjajaki subsidi bahan bakar bagi pengemudi guna menjaga kelancaran distribusi hasil pertanian.
#krisis-bbm-filipina #petani-filipina #harga-bahan-bakar #harga-komoditas-filipina #distribusi-hasil-panen #subsidi-pertanian-filipina #harga-kubis-filipina #harga-tomat-filipina #harga-jahe-filipina #n-a