Didorong Genomic Sequencing, Pendapatan Diastika Biotekindo (CHEK) Tumbuh 30% pada 2025
Diastika Biotekindo (CHEK) mencatat pertumbuhan pendapatan 30% pada 2025 berkat distribusi Genomic Sequencing, mencapai Rp201,30 miliar.
(Bisnis.Com) 08/04/26 18:11 185476
Bisnis.com, JAKARTA – Emiten distributor alat kesehatan, PT Diastika Biotekindo Tbk. (CHEK) membukukan kinerja top line yang bertumbuh sepanjang periode Januari—Desember 2025. Salah satu pendorong utama pertumbuhan itu disebabkan oleh distribusi lini Genomic Sequencing.
Melansir laporan keuangan perseroan, CHEK mampu membukukan pendapatan senilai Rp201,30 miliar sepanjang 2025. Realisasi itu mencerminkan kenaikan 30,04% year-on-year (YoY) dibandingkan Rp154,79 miliar pada periode yang sama 2024.
Berdasarkan segmennya, pendapatan perseroan terbesar didorong oleh segmen Diagnostik Klinis dengan nilai mencapai Rp142,19 miliar. Mengekor di belakangnya, pendapatan di segmen Life Science juga mencatatkan pertumbuhan menjadi Rp59,11 miliar pada tahun lalu.
Dalam keterangan resminya, CHEK disebut turut mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada distribusi lini Genomic Sequencing sebesar 136% YoY. Manajemen menyebut hal ini mencerminkan meningkatnya adopsi solusi genomik di sektor riset dan precision medicine.
Direktur Utama Diastika Biotekindo Yoshua, menerangkan dalam distribusi produk genomic sequencing, pihaknya mencatatkan penjualan senilai US$2,2 juta. Hal ini disebut membuat CHEK menjadi salah satu mitra distribusi Genomic Sequencing terbesar di Asia.
Tidak hanya itu, realisasi itu juga dinilai mencerminkan solusi genomik yang kuat di kalangan institusi riset, laboratorium, dan diagnostik di Tanah Air.
“Fokus kami adalah ekspansi kapasitas Genomic Sequencing dengan membangun platform genomik yang terintegrasi dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).
Sejalan dengan meningkatnya pendapatan, perseroan turut membukukan beban pokok penjualan yang meningkat menjadi Rp124,16 miliar. Realisasi itu mencerminkan kenaikan beban dari Rp94,07 miliar pada periode yang sama 2024 senilai Rp94,07 miliar.
Dengan begitu, laba usaha yang mampu dibukukan perseroan tercatat bertumbuh menjadi Rp23,15 miliar sepanjang 2025. Hanya saja, sejumlah beban dan pajak menekan laba usaha perseroan.
Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, CHEK membukukan laba tahun berjalan yang terkoreksi tipis menjadi Rp14,33 miliar. Realisasi itu turun dari Rp14,98 miliar pada 2024.
Meskipun mencatatkan kinerja yang terkoreksi tipis pada tahun lalu, CHEK tampak optimistis memandang pertumbuhan ke depan. Berbagai katalis positif dinilai bakal memberikan kinerja yang solid bagi CHEK ke depannya.
Dia menilai kombinasi antara pertumbuhan bisnis yang agresif, kekuatan distribusi regional, dan pengembangan infrastruktur genomik kini menempatkan CHEK pada posisi yang strategis untuk membuat ekosistem population genomics dan infrastruktur precision medicine.
”Dengan momentum pertumbuhan yang kuat, posisi strategis di pasar yang sedang berkembang pesat, distribusi terunggul di APAC, dan posisi pionir dalam GeneBank, CHEK optimistis dapat memperkuat kepemimpinan di industri genomik di Indonesia dan meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan,” katanya.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#genomic-sequencing #diastika-biotekindo #pendapatan-chek #pertumbuhan-2025 #distribusi-alat-kesehatan #diagnostik-klinis #life-science #solusi-genomik #precision-medicine #mitra-distribusi-asia #platf