Tarif Dokter Spesialis dan Pangan Tekan Inflasi Cirebon
Inflasi Cirebon Maret 2026 naik 3,54% dipicu tarif listrik dan pangan. Kenaikan terbesar di perumahan, listrik, dan bahan bakar. Beberapa komoditas justru deflasi.
(Bisnis.Com) 02/04/26 07:53 179608
Bisnis.com, CIREBON - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon mencatat inflasi tahunan pada Maret 2026 sebesar 3,54%. Kenaikan ini tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 105,64 pada Maret 2025 menjadi 109,38 pada Maret 2026. Secara bulanan, inflasi tercatat 0,68%, sementara secara tahun kalender mencapai 1,03%.
Kepala Badan Pusat Statistik Kota Cirebon Samiran mengatakan tekanan inflasi masih didominasi oleh kenaikan harga pada kelompok kebutuhan dasar masyarakat, terutama energi dan pangan.
"Kenaikan tarif listrik dan harga komoditas pangan menjadi pendorong utama inflasi sepanjang Maret 2026," kata Samiran, Rabu (1/4/2025).
Secara tahunan, inflasi dipicu oleh kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 4,37%.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat kenaikan tertinggi sebesar 7,26%. Sementara itu, kelompok kesehatan naik 4,82%, pendidikan 4,31%, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,94%.
Namun demikian, tidak semua kelompok mengalami kenaikan. Beberapa kelompok justru mencatat deflasi, seperti perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,32%, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,05%, serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar -1,45%.
Dari sisi komoditas, BPS mencatat sedikitnya 15 komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan.
Di antaranya tarif listrik, daging ayam ras, beras, jeruk, biaya akademi/perguruan tinggi, telur ayam ras, kangkung, hingga minyak goreng. Selain itu, rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), tarif dokter spesialis, dan daging sapi juga turut menyumbang tekanan inflasi.
Sebaliknya, sejumlah komoditas menjadi penahan laju inflasi atau bahkan mendorong deflasi. Komoditas seperti bawang merah, cabai merah, bawang putih, dan bensin mencatat penurunan harga.
Selain itu, tarif kereta api, sabun mandi cair, serta beberapa bahan pangan seperti pisang dan cabai rawit juga ikut memberikan andil deflasi.
Pada tingkat bulanan, inflasi sebesar 0,68% juga dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Beras, daging ayam ras, daging sapi, serta sayuran seperti kangkung dan bayam menjadi penyumbang utama inflasi bulanan.
"Komoditas lain seperti minyak goreng, telur ayam ras, dan buah-buahan seperti pepaya dan semangka turut memperkuat tren kenaikan harga," katanya.
Di sisi lain, kata Samiran, deflasi bulanan dipicu oleh turunnya harga komoditas hortikultura dan kebutuhan rumah tangga.
Bawang merah, wortel, ketimun, dan sawi hijau menjadi komoditas yang mengalami penurunan harga. Selain itu, tarif kereta api, susu cair kemasan, serta barang non-pangan seperti televisi berwarna dan emas perhiasan juga mencatat penurunan.
BPS juga mencatat kontribusi masing-masing kelompok terhadap inflasi (year-on-year/yoy). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar sebesar 1,43%, disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,19%.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran menyumbang 0,45%, sementara pendidikan sebesar 0,22%.
"Adapun kelompok yang menyumbang deflasi relatif kecil, seperti perlengkapan rumah tangga sebesar 0,02%, serta rekreasi dan budaya sebesar 0,02%. Sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat tidak memberikan andil signifikan terhadap perubahan inflasi," ujarnya.
Samiran menambahkan, dinamika harga ke depan masih akan dipengaruhi oleh faktor musiman, distribusi barang, serta kebijakan harga energi.
"Kami terus memantau pergerakan harga, terutama menjelang momentum konsumsi tinggi seperti hari besar keagamaan," katanya.
#inflasi-cirebon #tarif-dokter-spesialis #harga-pangan #kenaikan-tarif-listrik #harga-komoditas-pangan #inflasi-tahunan-cirebon #indeks-harga-konsumen #kelompok-pengeluaran #deflasi-cirebon #harga-dagi