Penyaluran Kredit Naik 46%, Laba Konsolidasi Bank Jatim (BJTM) 2025 Tembus Rp1,61 Triliun
Bank Jatim mencatat laba bersih Rp1,61 triliun pada 2025, tumbuh 24,80% (YoY), didukung strategi efisiensi, penguatan dana murah, dan ekspansi kredit.
(Bisnis.Com) 31/03/26 06:02 176959
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) mencatat kinerja laba yang kuat sepanjang 2025. Secara konsolidasi, laba bersih perseroan mencapai Rp1,617 triliun atau tumbuh 24,80% (YoY), sementara pada level bank only, laba tercatat Rp1,54 triliun, naik 20,65% dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, pencapaian tersebut tidak lepas dari strategi manajemen dalam menjaga keseimbangan bisnis, mulai dari penguatan dana murah, penyaluran kredit selektif hingga efisiensi operasional.
“Menutup tahun 2025 di tengah dinamisnya kondisi ekonomi di berbagai level, manajemen telah mengimplementasikan beberapa strategi untuk menjaga performa bisnis dan keuangan Bank Jatim,” ujar Winardi dalam paparan di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Secara konsolidasi, lonjakan kinerja juga tercermin dari ekspansi aset dan kredit. Total aset meningkat 42,93% (YoY) menjadi Rp168,85 triliun dari sebelumnya Rp118,14 triliun.
Penyaluran kredit tumbuh lebih agresif, naik 46,65% menjadi Rp110,50 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh penguatan sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB), di mana Bank Jatim telah resmi menjadi induk bagi sejumlah BPD.
Sementara itu, pada level bank only, pertumbuhan tetap terjaga dengan pendekatan lebih konservatif. Aset tercatat Rp105,8 triliun atau naik 3,70% (YoY), sedangkan kredit tumbuh 4,98% menjadi Rp67,2 triliun. Komposisi kredit didominasi segmen konsumer sebesar Rp36,54 triliun (naik 6,20%) dan kredit produktif Rp30,7 triliun (naik 3,55%).
“Bank Jatim juga sukses membukukan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun atau naik 20,65% dari tahun sebelumnya,” jelas Winardi.
Dari sisi pendanaan, strategi penguatan dana murah mulai memberikan hasil. Giro tumbuh 12,5% menjadi Rp21,4 triliun, sejalan dengan peningkatan jumlah nasabah dana pihak ketiga yang mencapai 10,9 juta atau naik 5,64% (YoY). Perseroan mengandalkan pendekatan berbasis ekosistem dan transaction banking untuk memperluas basis nasabah sekaligus meningkatkan volume dana.
Di sisi kualitas aset, manajemen juga melakukan berbagai langkah perbaikan, termasuk hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan recovery rate 18,6% atau setara Rp192 miliar, serta restrukturisasi kredit sebesar Rp4,17 triliun.
“Dan tentu saja kami rutin monitoring & controlling secara berkala [mingguan, dua mingguan, dan bulanan] kinerja penanganan kredit bermasalah yang dipimpin oleh Direksi,” ujar Winardi.
Selain itu, Bank Jatim terus memperkuat transformasi melalui lima pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi SDM, digitalisasi proses bisnis, serta sinergi Kelompok Usaha Bank.
Dari sisi digital, kinerja juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pengguna JConnect Mobile mencapai 993.972 user atau naik 22,40% (YoY) dengan nilai transaksi Rp65,77 triliun. Sementara itu, transaksi QRIS tumbuh 47,25% dengan total nilai Rp3,94 triliun, mencerminkan akselerasi digital banking yang terus berlanjut.
#bank-jatim #laba-bank-jatim #bjtm-2025 #kinerja-bank-jatim #aset-bank-jatim #kredit-bank-jatim #dana-murah-bank-jatim #transformasi-bank-jatim #digital-banking-jatim #jconnect-mobile #transaksi-qris-j