Iran Ancam Serang Pelabuhan UEA Setelah AS Bombardir Pulau Kharg

Iran Ancam Serang Pelabuhan UEA Setelah AS Bombardir Pulau Kharg

Iran mengancam akan menyerang pelabuhan utama Uni Emirat Arab setelah Amerika Serikat membombardir target militer di Pulau Kharg

(Kompas.com) 15/03/26 06:22 165242

KOMPAS.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengancam akan menyerang pelabuhan utama di Uni Emirat Arab (UEA), menyusul serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap Pulau Kharg, pusat ekspor minyak penting Iran.

Pada Sabtu (14/3/2026), Teheran memperingatkan bahwa sejumlah infrastruktur di negara tetangganya itu kini menjadi “target sah” karena disebut digunakan oleh militer AS untuk menyerang Iran.

Dikutip dari CNBC, media resmi peradilan Iran, Mizan, menyebut pelabuhan Jebel Ali, Khalifa, dan Fujairah di UEA sebagai lokasi yang dianggap memiliki kehadiran militer AS.

Media tersebut bahkan meminta warga yang tinggal di sekitar pelabuhan tersebut segera mengungsi karena fasilitas itu dapat menjadi sasaran dalam waktu dekat.

Ancaman itu muncul setelah Presiden Amerika SerikatDonald Trump memerintahkan Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangan udara terhadap target militer Iran di Pulau Kharg.

Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut serangan tersebut sebagai salah satu operasi pengeboman paling kuat dalam sejarah Timur Tengah.

Menurut Trump, serangan itu berhasil menghancurkan seluruh target militer Iran di Pulau Kharg.

“Beberapa saat lalu, atas perintah saya, Komando Pusat Amerika Serikat melaksanakan salah satu serangan pengeboman paling kuat dalam sejarah Timur Tengah dan menghancurkan setiap target militer di Pulau Kharg,” tulis Trump.

Namun ia menegaskan bahwa AS sengaja tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau tersebut.

“Saya memilih untuk tidak memusnahkan infrastruktur minyak di pulau itu,” kata Trump.

Ia juga memperingatkan bahwa keputusan tersebut bisa berubah jika Iran atau pihak lain mencoba mengganggu kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

“Jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu yang mengganggu jalur bebas dan aman bagi kapal melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini,” tulisnya.

Tak lama setelah itu, Komando Pusat AS mempublikasikan video yang menunjukkan serangan terhadap fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker rudal, dan sejumlah situs militer lainnya.

CENTCOM menyatakan bahwa pasukan AS berhasil menghantam lebih dari 90 target militer Iran di Pulau Kharg, sambil tetap mempertahankan infrastruktur minyak di pulau tersebut.

Trump mengatakan kampanye militernya akan berlangsung selama diperlukan. Saat ditanya wartawan mengenai berapa lama konflik akan berlangsung, ia mengatakan memiliki perkiraan sendiri tetapi tidak akan mengungkapkannya.

“Saya tidak bisa memberi tahu Anda. Saya punya ide sendiri. Saya tidak akan memberi waktu, tetapi kami jauh lebih cepat dari jadwal,” kata Trump.

Di tengah meningkatnya ketegangan itu, Trump juga meminta negara-negara lain untuk membantu menjaga keamanan Selat Hormuz.

Dalam unggahan di Truth Social, ia menyerukan agar negara-negara yang terdampak gangguan di jalur tersebut, seperti China, Perancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris, mengirim kapal ke kawasan itu.

Trump juga menyatakan bahwa banyak negara akan mengirim kapal perang untuk membantu menjaga selat tersebut tetap “terbuka dan aman”.

Ia bahkan meminta negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak melalui Selat Hormuz untuk ikut menjaga jalur tersebut.

“Negara-negara dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur itu, dan kami akan membantu — banyak!” tulis Trump.

Seruan Trump tersebut kemudian disindir oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Melalui media sosial, Araghchi mengejek permintaan Trump dan menyebut presiden AS itu seperti sedang “memohon bantuan”, sebagaimana dilaporkan Associated Press.

Pulau Kharg sendiri merupakan pusat strategis bagi ekspor minyak Iran. Terminal di pulau tersebut menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran dan memiliki kapasitas pemuatan sekitar 7 juta barel per hari.

Pulau karang sepanjang sekitar lima mil itu terletak sekitar 15 mil dari daratan utama Iran di perairan utara Teluk Persia.

Sejumlah analis menilai bahwa upaya menyerang atau merebut pulau tersebut berisiko tinggi dari sisi geopolitik maupun ekonomi.

Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, kontrak berjangka minyak Brent pada Jumat (13/3) ditutup di atas 100 dollar AS per barel untuk hari kedua berturut-turut.

Harga minyak acuan global tersebut bahkan telah melonjak lebih dari 40 persen sejak perang di Iran dimulai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#amerika-serikat #harga-minyak #donald-trump #perang-iran #ekspor-minyak-iran #pulau-kharg #iran-ancam-serang-pelabuhan-uea #serangan-as-ke-pulau-kharg

https://money.kompas.com/read/2026/03/15/062200026/iran-ancam-serang-pelabuhan-uea-setelah-as-bombardir-pulau-kharg