Trump Naikkan Tarif Kanada 10% Gara-Gara Iklan Ronald Reagan
Donald Trump menaikkan tarif Kanada 10% setelah iklan yang menampilkan pidato Ronald Reagan, yang memicu ketegangan dagang baru antara AS dan Kanada.
(Bisnis.Com) 27/10/25 05:54 16522
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu ketegangan dagang dengan Kanada setelah mengumumkan kenaikan tarif tambahan sebesar 10%.
Langkah itu diambil Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Sabtu (25/10/2025) akhir pekan lalu sebagai respons atas penayangan iklan dari Provinsi Ontario, Kanada, yang menampilkan cuplikan video mantan Presiden AS Ronald Reagan dengan pesan anti-tarif.
Iklan tersebut menayangkan potongan pidato Reagan yang memperingatkan bahwa tarif dapat memicu perang dagang dan bencana ekonomi. Tayangan itu disiarkan pada Jumat malam saat pertandingan bisbol World Series antara Toronto Blue Jays dan Los Angeles Dodgers.
Trump menyebut iklan tersebut sebagai bentuk penyesatan publik yang disengaja.
“Iklan mereka seharusnya dihentikan segera, tetapi tetap ditayangkan selama World Series, padahal itu adalah penipuan. Karena tindakan bermusuhan dan penyimpangan fakta tersebut, saya menaikkan tarif terhadap Kanada sebesar 10% di atas tarif yang berlaku saat ini," katanya dikutip dari Reuters, Senin (27/10/2025).
Trump mengunggah pernyataan itu saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One menuju Malaysia, sebagai bagian dari lawatan ke Asia Timur yang difokuskan pada isu perdagangan.
Baik Departemen Perdagangan AS, Gedung Putih, maupun kantor Perdana Menteri Kanada belum memberikan tanggapan resmi terkait pengumuman tersebut.
Dampak terhadap Perdagangan
Belum jelas produk apa saja yang akan terdampak oleh tarif baru tersebut. Sebagian besar ekspor Kanada ke AS sejatinya telah dibebaskan dari bea masuk di bawah perjanjian United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA) yang ditandatangani pada masa jabatan pertama Trump.
Namun, sejak Agustus lalu, pemerintahan Trump telah memberlakukan tarif 35% terhadap produk Kanada yang tidak tercakup dalam USMCA, di samping tarif sektor baja dan aluminium sebesar 50% yang telah menekan perekonomian Kanada sepanjang tahun ini.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebelumnya menyatakan Ottawa siap melanjutkan kembali perundingan dagang dengan Washington. Meski demikian, Trump mengatakan kepada wartawan di Air Force One bahwa dia belum berencana bertemu dengan Carney selama KTT Asean di Malaysia.
Sumber ketegangan baru ini berawal dari kampanye iklan pemerintah Provinsi Ontario yang menampilkan potongan pidato Reagan.
Narasi dalam video tersebut menyoroti dampak negatif tarif terhadap lapangan kerja dan stabilitas ekonomi, tanpa mencantumkan konteks asli bahwa Reagan kala itu justru sedang menjelaskan pengecualian terhadap prinsip perdagangan bebas.
Perdana Menteri Ontario Doug Ford mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan Carney dan sepakat untuk menangguhkan kampanye iklan di AS mulai Senin (27/10/2025) agar perundingan dagang dapat dilanjutkan.
Meskipun demikian, penasihat Gedung Putih Kevin Hassett menyebut Trump frustrasi dengan lambatnya kemajuan pembicaraan dagang dan menilai hubungan dengan Kanada tidak berjalan baik.
#trump-tarif-kanada #trump-tarif-10 #iklan-ronald-reagan #ketegangan-dagang-kanada #tarif-tambahan-trump #tarif-anti-tarif-reagan #world-series-iklan #perdagangan-as-kanada #usmca-tarif #ekspor-kanada