Kunjungan Wisatawan ke Garut Turun Tiga Tahun Terakhir

Kunjungan Wisatawan ke Garut Turun Tiga Tahun Terakhir

Kunjungan wisatawan ke Garut menurun sejak 2023, dari 3,9 juta menjadi 2,05 juta pada 2025, didominasi wisatawan domestik. Evaluasi diperlukan untuk pemulihan.

(Bisnis.Com) 10/03/26 13:09 160316

Bisnis.com, GARUT- Kunjungan wisatawan keKabupaten Garut,Jawa Barat, menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir.

Setelah sempat mencapai puncak pada 2023, jumlah wisatawan yang datang ke daerah yang dikenal dengan destinasi alam dan kulinernya itu terus menurun hingga 2025.

Data yang dirilisBadan Pusat Statistik(BPS) Kabupaten Garut dalam publikasiGarut Dalam Angka 2026mencatat, total kunjungan wisatawan pada 2023 mencapai 3.874.751 orang.

Namun, angka tersebut turun pada 2024 menjadi sekitar 3,3 juta kunjungan, dan kembali merosot pada 2025 menjadi 2.053.543 kunjungan.

Penurunan itu menandai tren pelemahan kunjungan wisata setelah sempat melonjak signifikan pada periode pemulihan pascapandemi Covid-19. Kepala BPS Kabupaten Garut,Sidik Edi Sutopo, mengatakan data tersebut menunjukkan adanya koreksi jumlah wisatawan setelah lonjakan kunjungan pada 2023.

Menurut Sidik, tahun 2023 merupakan periode dengan tingkat kunjungan wisata yang sangat tinggi di Garut. Pada saat itu, aktivitas pariwisata kembali pulih setelah pembatasan mobilitas selama pandemi dicabut. Kondisi tersebut mendorong peningkatan perjalanan wisata domestik secara signifikan.

Namun setelah periode lonjakan tersebut, jumlah kunjungan mulai mengalami normalisasi. Pada 2024, total wisatawan yang datang tercatat sekitar 3,3 juta orang. Angka tersebut kemudian turun lebih jauh pada 2025 menjadi sekitar 2,05 juta kunjungan.

Sidik menjelaskan bahwa mayoritas wisatawan yang datang ke Garut masih didominasi wisatawan domestik. Dari total kunjungan pada 2025, sebanyak 2.052.423 wisatawan merupakan wisatawan nusantara, sedangkan wisatawan mancanegara tercatat hanya sekitar 1.120 orang.

“Komposisi wisatawan di Garut masih sangat didominasi wisatawan domestik. Kontribusi wisatawan mancanegara relatif kecil dibandingkan kunjungan wisatawan nusantara,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Data BPS juga menunjukkan, jumlah wisatawan mancanegara ke Garut dalam satu dekade terakhir memang tidak terlalu besar. Bahkan pada beberapa tahun selama pandemi, kunjungan wisatawan asing hampir tidak tercatat.

Sementara itu, sebelum tren penurunan dalam tiga tahun terakhir, sektor pariwisata Garut sempat menunjukkan pemulihan yang cukup kuat setelah pandemi Covid-19. Pada 2022, total kunjungan wisatawan mencapai 3.090.733 orang. Angka tersebut meningkat tajam pada 2023 hingga mendekati 3,9 juta kunjungan.

Lonjakan tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk kembali melakukan perjalanan wisata setelah pembatasan aktivitas sosial dicabut. Destinasi wisata alam di Garut seperti kawasan pegunungan, pantai selatan, serta pemandian air panas menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik.

Meski demikian, tren penurunan kunjungan sejak 2023 menunjukkan bahwa sektor pariwisata daerah tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan.

Penurunan kunjungan pada 2025 bahkan membuat realisasi wisatawan jauh di bawah target yang ditetapkan pemerintah daerah, yakni sekitar 3,3 juta kunjungan.

Dengan realisasi sekitar 2,05 juta wisatawan, capaian tersebut berarti hanya sekitar dua pertiga dari target yang direncanakan.

Sidik menilai data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan sektor pariwisata daerah. Selain meningkatkan promosi destinasi, penguatan aksesibilitas dan infrastruktur wisata juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas jumlah kunjungan wisatawan.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, hingga usaha mikro kecil menengah yang bergerak di bidang kuliner dan kerajinan.

“Perkembangan jumlah wisatawan tentu berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata. Karena itu, tren kunjungan perlu terus dipantau untuk melihat dinamika sektor pariwisata daerah,” kata Sidik.

#kunjungan-wisatawan #wisatawan-garut #tren-penurunan-wisatawan #wisatawan-jawa-barat #destinasi-wisata-garut #wisata-alam-garut #wisata-kuliner-garut #wisatawan-domestik-garut #wisatawan-mancanegara-g

https://bandung.bisnis.com/read/20260310/549/1959276/kunjungan-wisatawan-ke-garut-turun-tiga-tahun-terakhir