Hamas Mulai Bebaskan Sandera Israel Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata Tercapai
Hamas membebaskan tujuh sandera Israel setelah kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS. Israel akan membebaskan 2.000 tahanan Palestina.
(Bisnis.Com) 13/10/25 14:35 1600
Bisnis.com, JAKARTA – Kelompok militan Hamas membebaskan tujuh sandera warga Israel yang masih hidup dari Jalur Gaza pada Senin (13/10/2025) pagi, setelah kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat tercapai.
Melansir Bloomberg, para sandera diserahkan kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC) yang kemudian akan menyerahkan mereka kepada otoritas Israel. Militer Israel telah mengonfirmasi bahwa tujuh sandera tersebut sedang dalam perjalanan menuju proses penyerahan.
Sebanyak 13 sandera lainnya yang masih hidup dijadwalkan akan dibebaskan pada hari yang sama.
Berdasarkan isi kesepakatan gencatan senjata tersebut, setelah seluruh sandera dibebaskan, Israel wajib membebaskan hampir 2.000 tahanan Palestina — banyak di antaranya merupakan mantan anggota Hamas yang menjalani hukuman seumur hidup.
Israel juga telah menarik sebagian besar pasukannya dari wilayah padat penduduk di Gaza dan berkomitmen menambah pasokan bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Hamas juga dijadwalkan menyerahkan jenazah lebih dari dua lusin sandera yang meninggal dalam penahanan, meski pejabat Israel menyebut proses pertukaran itu kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama.
“Setelah para sandera yang hidup tiba, Palang Merah akan kembali ke Gaza untuk mengambil jenazah sebagian korban yang tewas,” kata Brigadir Jenderal Gal Hirsch, koordinator urusan tawanan dan orang hilang di bawah kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Hirsch menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah pasti yang akan dikembalikan besok.
Hirsch menambahkan, sebuah satuan tugas gabungan akan dibentuk oleh AS, Israel, Qatar, Mesir, dan Turki untuk melacak korban penculikan yang belum diketahui nasibnya. Jika diperlukan, peralatan teknik akan dikerahkan untuk membantu pencarian.
Hamas, yang dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh AS dan Uni Eropa, memicu perang dua tahun lalu setelah meluncurkan 5.000 roket ke wilayah Israel, menewaskan 1.200 orang, dan menculik sekitar 250 warga. Sebagian besar sandera telah dibebaskan dalam gencatan senjata sebelumnya.
Serangan balasan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, telah menewaskan sedikitnya 67.000 orang dan menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut.
Badan PBB menyatakan sejumlah area di utara Gaza mengalami kelaparan akibat blokade bantuan, sementara sejumlah pakar menuduh Israel melakukan genosida dan kebijakan kelaparan paksa—tuduhan yang dibantah Israel.
Pembebasan ini dilakukan beberapa jam sebelum kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Timur Tengah untuk merayakan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pekan lalu dengan mediasi Mesir, Qatar, Turki, dan AS.
Sementara itu, Trump dijadwalkan berpidato di Parlemen Israel pada Senin pagi sebelum melanjutkan perjalanan ke Mesir untuk menghadiri upacara penandatanganan bersama para pemimpin dunia.
Kesepakatan pembebasan sandera ini juga melibatkan menantu sekaligus penasihat dekat Trump, Jared Kushner, serta utusan Timur Tengah Steve Witkoff, yang berperan sebagai mediator.
Keduanya tampil di hadapan ribuan warga di Hostage Square Tel Aviv pada Sabtu malam dan mendapat sambutan hangat atas keberhasilan mereka mencapai kesepakatan.
Namun, suasana sempat berubah ketika Witkoff mencoba memberi pujian kepada Netanyahu, yang langsung disambut dengan suara ejekan dari kerumunan.
“Suatu hari nanti, Steve dan saya akan menceritakan kisahnya,” ujar Kushner. “Ada yang akan membuat Anda tertawa, ada yang membuat Anda menangis. Itu proses yang gila. Saya perhatikan dia (Witkoff) tidak menggunakan kata-kata kasar di pidatonya malam ini, mungkin karena semua sudah habis dipakai selama negosiasi,” ujarnya berseloroh.
#hamas-bebaskan-sandera #gencatan-senjata-israel #sandera-israel-dibebaskan #kesepakatan-gencatan-senjata #palang-merah-internasional #militer-israel #tahanan-palestina-dibebaskan #bantuan-kemanusiaan