Pupuk Indonesia Sudah Salurkan 1,7 Juta Ton Pupuk Subsidi Tahun Ini

Pupuk Indonesia Sudah Salurkan 1,7 Juta Ton Pupuk Subsidi Tahun Ini

PT Pupuk Indonesia sukses menyalurkan 1,7 juta ton pupuk subsidi hingga Maret 2026 (18% target). Kebijakan Presiden Prabowo mendongkrak daya beli petani.

(Kompas.com) 07/03/26 07:01 157658

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan telah menyalurkan 1,7 juta ton pupuk subsidi sepanjang Januari sampai 6 Maret 2026.

Corporate Secretary Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira, mengatakan volume penyaluran tersebut sudah mencapai 18 persen dari total penugasan pemerintah.

“1,7 juta (ton) ini ya capaian yang sangat-sangat signifikan mungkin dalam 5 tahun terakhir bisa saya katakan gitu,” kata Yehezkiel, dalam acara buka puasa bersama di Cikini, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

KOMPAS.com/Syakirun Ni\'am Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira saat ditemui usai sosialisasi harga pupuk subsidi di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (6/11/2025).

Adapun Pupuk Indonesia mendapatkan tugas dari negara untuk menyalurkan 9,55 juta ton pupuk subsidi sepanjang 2026.

Menurut Yehezkiel, capaian penyaluran pupuk subsidi itu dipengaruhi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Biaya seluruh jenis pupuk yang diproduksi PT Pupuk Indonesia disubsidi hingga 20 persen.

“Jadi daya beli dari petani-petani kita itu juga terkerek naik gitu ya sehingga permintaannya juga semakin tinggi,” ujar Yehezkiel.

Faktor lainnya adalah musim tanam pertama di tahun 2026 yang meningkatkan konsumsi petani terhadap pupuk.

Saat ini, di seluruh Indonesia sudah memasuki musim penghujan dan akan berlanjut pada musim kemarau basah sehingga serapan pupuk akan terus berjalan.

Selain itu, kebijakan Prabowo memangkas regulasi distribusi pupuk yang sebelumnya harus diatur dalam 145 regulasi juga turut berdampak.

“Proses penebusan juga semakin ringkas,” ucap Yehezkiel.

Saat ini, stok pupuk nasional mencapai 1,2 juta ton dengan jumlah penjualan 25 ton per hari.

KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Sejumlah kuli angkut tengah mengangkut berbagaibjenis pupuk subsidi di Gudang PT Pupuk Indonensia Lini 3 di Kecamatan Nagrg, Kabuoaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/9/2025)

Dengan stok tersebut, pasokan pupuk untuk petani Tanah Air masih cukup untuk 40 hari ke depan.

Di sisi lain, produksi sejumlah anak perusahaan di bawah holding Pupuk Indonesia terus berjalan.

“Posisinya kan kalau kita itu satu satu hari memproduksi kurang lebih sekitar sori 50.000-60.000 ton,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Yehezkiel menjelaskan produksi Pupuk Indonesia tidak terdampak langsung perang Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran yang menutup Selat Hormuz.

Perusahaan negara itu memiliki dua produk utama yakni pupuk urea dan pupuk NPK.

Bahan baku pupuk urea adalah gas bumi yang sudah bisa dipenuhi dari dalam negeri.

Sementara, bahan baku NPK, fosfor dan kalium diimpor dari Afrika bagian seperti Maroko dan Aljazair.

Adapun kalium dipasok dari Belarusia, Rusia, dan Kanada.

“Secara operasional alhamdulillah kita masih aman dan stok bahan baku kita masih tersedia sampai bahkan enam sampai tujuh bulan ke depan,” kata dia.

Meski demikian, Yehezkiel tidak menampik Pupuk Indonesia juga dibayangi kenaikan angkutan atau distribusi dalam negeri karena minyak dunia melambung.

Penutupan Selat Hormuz berdampak pada distribusi atau perdagangan minyak dunia dari negara-negara Teluk.

“Tapi kami tetap berkomitmen bahwa penyaluran dan distribusi pupuk itu tetap harus bisa berjalan dengan normal,” ucap Yehezkiel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#penyaluran-pupuk #pupuk-urea #pupuk-subsidi #pt-pupuk-indonesia #prabowo-subianto

https://money.kompas.com/read/2026/03/07/070100226/pupuk-indonesia-sudah-salurkan-1-7-juta-ton-pupuk-subsidi-tahun-ini