Pepmprov PBD sepakat percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyepakati percepatan pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bersama enam kabupaten/kota di provinsi itu ...
(Antara) 05/03/26 12:03 155937
Sorong (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyepakati percepatan pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bersama enam kabupaten/kota di provinsi itu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah setempat.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu di Sorong, Kamis, mengatakan tindak lanjut terhadap pembangunan KNMP itu telah digelar rapat koordinasi bersama seluruh perwakilan daerah dari enam kabupaten/kota pada 4 Maret 2026 guna menyepakati berbagai hal prioritas untuk mendukung percepatan pembangunan program prioritas itu.
"Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah Papua Barat Daya diharapkan dapat segera direalisasikan apabila seluruh perencanaan telah disepakati dan siap dilaksanakan," jelasnya.
Dia mengatakan, khusus di Kota Sorong, rencana pengembangan kampung nelayan akan menggunakan model klaster yang mencakup sejumlah wilayah pesisir, antara lain Pulau Raam, Suprau, Boswesen, dan Doom Barat.
Selain itu, tambah dia, akan diikuti dengan pembangunan berbagai fasilitas pendukung seperti tambatan perahu, pabrik es, gudang beku, tempat pelelangan ikan, balai pelatihan nelayan hingga stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan (SPBUN).
"Kita berharap program tersebut dapat meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus kesejahteraan masyarakat nelayan," ujarnya.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 kampung nelayan, dengan sedikitnya 200 lokasi dialokasikan untuk wilayah Papua hingga tahun 2028.
Direktur Kepelabuhanan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ady Candra mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang dinilai proaktif dalam mempersiapkan pelaksanaan program tersebut.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengejar target jumlah pembangunan, tetapi juga memastikan kesiapan lokasi di lapangan, terutama terkait kepastian status dan legalitas lahan, proses perizinan, serta pemenuhan kriteria teknis pembangunan.
“Jika tahun ini banyak lokasi yang lahannya sudah clean and clear, memenuhi kriteria teknis serta mendapat dukungan pemerintah daerah, tentu akan segera kami usulkan untuk dibangun,” ujarnya.
Ia menambahkan, kawasan Raja Ampat juga diharapkan dapat dikembangkan sebagai hub perikanan yang menjadi model pengembangan kampung nelayan di wilayah sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat Daya Absalom Solossa menyampaikan bahwa setiap lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih akan didukung anggaran sekitar Rp20 miliar.
Anggaran tersebut, kata dia, akan digunakan untuk pembangunan berbagai fasilitas seperti tambatan perahu, pabrik es, penyediaan coolbox, sentra kuliner, gudang beku, balai pelatihan nelayan, bantuan kapal dan mesin, bengkel nelayan hingga SPBUN yang dibangun melalui pola sinergi dengan pihak swasta.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam percepatan realisasi program tersebut.
“Ini peluang emas bagi daerah. Syarat utamanya lahan harus clean, clear dan free serta ada dukungan penuh pemerintah daerah dalam kepastian hukum. Jika itu terpenuhi, KKP siap membangun,” katanya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#program-kampung-nelayan-merah-putih #papua-barat-daya #program-prioritas-presiden