Kinerja 2025 Tertekan, Cashlez (CASH) Tetap Fokus di Bisnis Pembayaran Digital

Kinerja 2025 Tertekan, Cashlez (CASH) Tetap Fokus di Bisnis Pembayaran Digital

PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menegaskan kegiatan usaha perseroan tetap berada di sektor teknologi dan layanan solusi pembayaran digital.

(Kompas.com) 25/02/26 16:29 147206

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menegaskan kegiatan usaha perseroan tetap berada di sektor teknologi dan layanan solusi pembayaran digital (cashless paymentsolutions), termasuk penyediaan sistem penerimaan pembayaran elektronik bagi pelaku usaha.

Manajemen menyampaikan, kegiatan usaha tersebut dijalankan berdasarkan klasifikasi kegiatan usaha sektor teknologi dan jasa penunjang keuangan yang berada dalam rezim perizinan sistem pembayaran Bank Indonesia.

Dalam keterangan tertulis, Rabu (25/6/2026), perseroan menjelaskan bahwa perizinan sistem pembayaran memiliki karakteristik khusus yang melekat pada kegiatan usaha perusahaan.

dok. Shutterstock Ilustrasi transaksi.

Karakteristik itu mencakup persyaratan kepemilikan, pengendalian, model bisnis, serta pengawasan berkelanjutan dari regulator.

“Perizinan sistem pembayaran memiliki karakteristik khusus yang melekat pada kegiatan usaha perseroan, termasuk persyaratan kepemilikan, pengendalian, model bisnis, serta pengawasan berkelanjutan dari regulator,” tulis manajemen.

Perseroan menegaskan, kegiatan usaha tersebut tidak dapat dialihkan, diubah secara fundamental, maupun digabungkan dengan kegiatan usaha dari sektor industri lain tanpa melalui proses perizinan ulang dan evaluasi menyeluruh dari regulator.

“Struktur perizinan tersebut secara inheren membatasi perubahan kegiatan usaha utama di luar sektor sistem pembayaran,” tulis manajemen.

Dengan demikian, operasional perseroan disebut tetap berada pada industri teknologi sistem pembayaran dan dijalankan sesuai dengan kerangka regulasi sektor keuangan digital.

Pertumbuhan struktural sistem pembayaran digital

SHUTTERSTOCK/MONSTER ZTUDIO Ilustrasi transaksi.

Di tengah dinamika aksi korporasi, Cashlez juga menyoroti perkembangan industri pembayaran digital nasional yang menunjukkan pertumbuhan struktural kuat.

Data Bank Indonesia (BI) mencatat, volume transaksi pembayaran digital mencapai 12,99 miliar transaksi pada kuartal III-2025 atau tumbuh sekitar 38 persen secara tahunan.

Sementara itu, transaksi QRIS pada Semester I-2025 tercatat sekitar 6,05 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp 579 triliun. Jumlah merchant QRIS telah melampaui 39 juta, dengan mayoritas merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan adopsi sistem pembayaran non-tunai di berbagai segmen pelaku usaha, sekaligus memperluas basis transaksi digital di dalam negeri.

Secara regional dan global, pembayaran digital juga disebut menjadi tulang punggung ekonomi digital dengan tingkat adopsi yang terus meningkat.

Dalam beberapa tahun ke depan, metode pembayaran digital diproyeksikan mendominasi transaksi e-commerce di Asia Tenggara.

Perkembangan ini dinilai memperkuat peran penyedia infrastruktur penerimaan pembayaran sebagai bagian penting dalam ekosistem ekonomi digital.

Kinerja keuangan CASH 2025

Pada tahun buku 2025, perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp 110,19 miliar. Namun, Cashlez mencatat rugi bersih sekitar Rp 68,11 miliar.

Nilai rugi tersebut meningkat dibandingkan rugi tahun sebelumnya yang tercatat sekitar Rp 33,7 miliar.

Manajemen menjelaskan, hasil tersebut dipengaruhi oleh penurunan pendapatan secara tahunan serta peningkatan beban penurunan nilai piutang. Kondisi tersebut berdampak terhadap profitabilitas jangka pendek perseroan.

Namun demikian, perusahaan menyebut situasi tersebut merupakan bagian dari fase konsolidasi dan penguatan fondasi operasional untuk mendukung pertumbuhan volume transaksi serta efisiensi operasional pada periode mendatang.

SHUTTERSTOCK/TIPPAPATT Ilustrasi transaksi keuangan.

“Kondisi ini berdampak pada profitabilitas jangka pendek, namun merupakan bagian dari fase konsolidasi dan penguatan fondasi operasional Perseroan untuk mendukung pertumbuhan volume transaksi serta efisiensi operasional di periode mendatang,” tulis manajemen.

Fokus pengembangan dan kepatuhan regulasi

Ke depan, Cashlez menyatakan akan tetap berfokus pada pengembangan layanan pembayaran digital, perluasan jaringan merchant, serta inovasi teknologi.

Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem transaksi non-tunai di Indonesia, sejalan dengan tren peningkatan transaksi digital yang terus berlanjut.

Perseroan juga menegaskan komitmen untuk tetap mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan regulator serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

“Perseroan akan terus berfokus pada pengembangan layanan pembayaran digital, perluasan jaringan merchant, serta inovasi teknologi guna mendukung pertumbuhan ekosistem transaksi non-tunai di Indonesia dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan regulator dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” demikian pernyataan manajemen.

Penegasan ini disampaikan di tengah perhatian publik terhadap arah strategi dan aksi korporasi perseroan.

Manajemen menekankan, struktur usaha tetap berada dalam koridor izin sistem pembayaran dan tunduk pada kerangka regulasi yang berlaku di sektor keuangan digital Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#pembayaran-digital #cash #cashlez #cashlez-worldwide-indonesia-tbk

https://money.kompas.com/read/2026/02/25/162945726/kinerja-2025-tertekan-cashlez-cash-tetap-fokus-di-bisnis-pembayaran-digital