Aladin Syariah (BANK) Bongkar Strategi Dongkrak Laba Bersih

Aladin Syariah (BANK) Bongkar Strategi Dongkrak Laba Bersih

Bank Aladin Syariah menjelaskan strategi untuk meningkatkan laba bersih secara berkelanjutan.

(Bisnis.Com) 25/02/26 15:56 147128

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) mengungkapkan strategi untuk mendorong profitabilitas agar mampu mencatatkan laba bersih secara berkelanjutan.

Presiden Direktur Aladin Syariah Koko Tjatur Rachmadi menyampaikan perseroan akan membangun skala bisnis yang sehat dengan memperbesar pembiayaan berbasis ekosistem serta memperkuat dana murah melalui jaringan O2O bersama Alfa Group. Selain itu, Aladin Syariah juga menjaga efisiensi operasional melalui optimalisasi digitalisasi.

“Perseroan akan membangun skala bisnis yang sehat, selain itu dengan memperbesar pembiayaan berbasis ekosistem, memperkuat dana murah melalui jaringan O2O bersama Alfa Group, serta menjaga efisiensi operasional berbasis digitalisasi,” jelasnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip pada Rabu (25/2/2026).

Perseroan menilai, struktur biaya yang semakin efisien dan pertumbuhan pendapatan operasional yang signifikan menunjukkan tren perbaikan profitabilitas telah berada di jalur yang tepat.

Dengan strategi tersebut, dia meyakini bahwa Aladin Syariah mampu menjawab berbagai tantangan industri sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

Hingga kuartal III/2025, Aladin Syariah berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp128,15 miliar, setelah pada periode yang sama tahun lalu membukukan rugi senilai Rp79,00 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, raihan laba pada periode tersebut ditopang oleh pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang naik 19,18% secara tahunan (year on year/YoY). Pada periode yang sama tahun lalu, pendapatan setelah distribusi bagi hasil Aladin Syariah sebesar Rp207,52 miliar.

Selain itu, raihan laba juga didorong oleh pendapatan komisi yang naik signifikan 307,10% YoY, dari Rp79,06 miliar menjadi Rp321,88 miliar hingga kuartal III/2025.

Di sisi lain, beban operasional lainnya turun signifikan. Hingga September 2025, perseroan membukukan beban operasional lainnya senilai Rp118,13 miliar, turun 59,06% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp288,53 miliar.

Menyusutnya beban operasional itu salah satunya disebabkan oleh menurunnya beban tenaga kerja sebesar 27,37% YoY menjadi Rp111,78 miliar dari kuartal III/2024 senilai Rp153,80 miliar. Pada saat yang sama, impairment Aladin Syariah membengkak 765,35% YoY menjadi Rp34,66 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp4,00 miliar.

Adapun, laba operasional Aladin Syariah mencapai Rp129,18 miliar setelah pada kuartal III/2024 membukukan rugi senilai Rp81,01 miliar. Sebaliknya, Perseroan membukukan rugi nonoperasional senilai Rp1,03 miliar setelah pada kuartal III/2024 membukukan laba senilai Rp2,01 miliar.

Dari sisi intermediasi, pembiayaan bagi hasil Aladin Syariah meningkat 22,40% YoY menjadi Rp4,60 triliun hingga September 2025. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan mencatatkan pembiayaan bagi hasil senilai Rp3,76 triliun. Pada saat yang sama, dana investasi non profit sharing melonjak signifikan 68,95% YoY, dari Rp5,18 triliun menjadi Rp8,75 hingga akhir September 2025.

#aladin-syariah #bank-aladin #strategi-laba #laba-bersih #profitabilitas-bank #pembiayaan-ekosistem #dana-murah #jaringan-o2o #efisiensi-operasional #digitalisasi-bank #pendapatan-operasional #pertumbu

https://finansial.bisnis.com/read/20260225/231/1955702/aladin-syariah-bank-bongkar-strategi-dongkrak-laba-bersih